Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

Isak Tangis Keluarga Pecah, Terima Jenazah Pria Hanyut di Sungai Sampean Baru

Redaksi
768
×

Isak Tangis Keluarga Pecah, Terima Jenazah Pria Hanyut di Sungai Sampean Baru

Sebarkan artikel ini
isak tangis
Korban saat dievakuasi (24/01)

Bondowoso, sinar.co.id,- Isak tangis keluarga pecah tak terbendung, saat jenazah Pak Adi Yanto alias Pak Linda (45) warga kepulauan Madura diserahkan oleh petugas pada keluarga di rumah duka Desa Gentong pada Sabtu, (24/01/2026).

Suasana harupun tampak mengiringi kepulangan terakhir korban hingga dimakamkan. Duka mendalam terlihat jelas dari raut wajah keluarga yang sejak beberapa hari terakhir menanti kabar kepastian hilangnya Adi Yanto alias Pak Linda (45).

Jenazah Adi Yanto alias Pak Linda (45), warga Kepulauan Madura ditemukan tertelungkup mengambang di DAM Sampean Baru, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen pada Sabtu, (24/01) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :   Diskominfo Bondowoso Gelar Acara Diagram 2025 Bersama Puluhan Jurnalis

Sebelumnya, korban dilaporkan hanyut🏷️ di Sungai Sampean Baru dan setelah tiga hari pencarian tanpa henti, jenazah korban akhirnya ditemukan.

Korban ditemukan berjarak kurang lebih 5 kilometer dari titik awal korban diduga terseret derasnya arus sungai. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian panjang yang dilakukan tim gabungan sejak hari pertama kejadian.🏷️

Isak Tangis di Rumah Duka

Pantauan di rumah duka Desa Gentong, suasana haru tak terbendung saat jenazah Pak Linda tiba. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah, mengiringi kepulangan terakhir korban untuk dimakamkan. Duka mendalam terlihat jelas dari raut wajah keluarga yang sejak beberapa hari terakhir menanti kabar kepastian.

Baca Juga :   Inisiasi Pelatihan Pemandu Wisata Budaya Bondowoso, Akan Berkembang ke Trowulan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan penemuan jenazah tersebut.

“Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB di DAM Sampean Baru oleh tim gabungan,” kata Kristianto.

Selama proses pencarian, operasi SAR melibatkan BPBD Bondowoso, Basarnas Pos SAR Banyuwangi, TNI, Polri, PMI, serta relawan. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memaksimalkan penyisiran.

SRU pertama menyisir aliran Sungai Sampean Baru dari lokasi kejadian hingga DAM 2 menggunakan perahu rafting. Sementara SRU kedua melanjutkan pencarian menggunakan perahu karet jenis LCR dengan jangkauan hingga 7 kilometer dari DAM 2.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga memilih tidak dilakukan pemeriksaan medis lanjutan di fasilitas kesehatan.

Baca Juga :   Dua Pelaku Dugaan Investasi Bodong Pada Para Kyai di Bondowoso Ditahan Kepolisian

“Jenazah tidak dibawa ke puskesmas atas permintaan keluarga,” jelas Kristianto.

Di akhir keterangannya, BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar Sungai Sampean Baru agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem.

“Sesuai informasi BMKG, potensi hujan deras masih ada. Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di sungai dan tetap waspada terhadap arus deras,” pungkasnya.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp