Scroll untuk membaca artikel
Ekonomi

Pengajuan Budidaya Lobster di 16 Teluk Kangean, Tapaki Tahap Akhir

Redaksi
564
×

Pengajuan Budidaya Lobster di 16 Teluk Kangean, Tapaki Tahap Akhir

Sebarkan artikel ini
teluk

Jakarta, sinar.co.id,Perizinan budidaya lobster di Gugusan Teluk Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur oleh PT. Bandar Laut Dunia (Balad) Grup, kini tengah memasuki proses tahap akhir dengan komitmen terhadap regulasi pemerintah dan prinsip keberlanjutan.

Upaya dari Balad Grup ini untuk terus mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri budidaya perikanan nasional.

Tahap Pengajuan Proposal 16 Teluk

Owner Balad Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, mengatakan bahwa dari total 16 proposal pengajuan budidaya lobster yang diajukan ke Direktorat Jenderal Pemanfaatan Ruang Laut (PRL) dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (PB) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), seluruhnya telah mendapat respon positif.

Baca Juga :   Kasus Penjualan Pupuk Subsidi di Atas HET di Kecamatan Puger: Praktik Nakal dan Upaya Penegakan Regulasi

“Sebanyak 14 teluk sudah masuk proses perizinan budidaya. Sebagian besar di antaranya bahkan telah mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL),” ungkap pria yang akrab disapa Gus Lilur itu, Selasa (10/6/2025).

Ia menambahkan, hanya tersisa dua proposal yang masih menunggu jadwal presentasi. “Kabarnya, pekan depan semua proses perizinan untuk 16 teluk tersebut akan tuntas sepenuhnya,” imbuhnya.

Baca Juga :   Kisah AKBP Hendra Eko: Kapolres Pamekasan Penulis Ulang Narasi Madura

Total area budidaya lobster yang diajukan mencakup luas 8.800 hektar, menjadikan proyek ini salah satu pengembangan akuakultur terbesar di Indonesia saat ini.

Sebagai Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI), Gus Lilur menegaskan bahwa langkah strategis ini diambil untuk menjadikan Balad Grup sebagai pemain global dalam industri akuakultur. “Kami ingin mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui jalur perdagangan internasional,” tegasnya.

Baca Juga :   Hati-hati Para Kades Gunakan DD, Kejari Pamekasan Rutin Lakukan Monitoring ke Desa

Proyek budidaya akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun ke depan hingga seluruh kawasan seluas 8.800 hektar itu terkelola optimal.

“Balad Grup meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kiblat baru dunia dalam usaha perikanan budidaya,” pungkasnya.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp