Bondowoso, sinar.co.id,- Adanya efisiensi anggaran dalam wujudkan visi misi pemerintahan Bondowoso Berkah utamanya infrastruktur jalan, dianggapnya tidak ada masalah dan justru sebagai tantangan untuk Pemerintah Daerah Bondowoso agar lebih kreatif lagi ke depan.
Hal ini disampaikan Bupati Bondowoso, Abd. Hamid Wahid, 🏷️ usai pimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bondowoso🏷️ tahun anggaran 2025-2029 di Pendopo Bupati Bondowoso pada Rabu, (14/05/2025).

Menurutnya, RPJMD ini berbicara outline atau penerjemahan visi misi itu ke dalam kerangka-kerangka dasar yang akan diterjemahkan ke dalam rencana kerja pemerintah selama 5 tahun ke depan.
“Jadi kita di sini belum berbicara kaitan efisiensi. Bisa saja (efisiensi) besok selesai. Bisa saja tahun depan sudah selesai dan kita pada prinsipnya sebetulnya, tidak menganggap efisiensi itu masalah dan justru tantangan bagi kita untuk lebih kreatif,” katanya.
Dampak Efisiensi Untuk Pembangunan di Bondowoso
Bupati Bondowoso,🏷️ beranggapan jika, efisiensi itu bukan tidak ada melainkan lebih tepatnya revocusing yang dimana, menjadi sebuah upaya untuk memfokuskan visi misi pemerintahan yang dimulai dari pusat dan menyesuaikan dengan visi misi di Daerah dan perkembangan yang ada.
“Ya, pasti berpengaruh tetapi, kita tidak menganggap itu sebagai masalah justru, kita menganggap itu sebagai tantangan dan peluang. Untuk itu kita berharap, kepada pelaksana OPD dan seluruh perangkat daerah, bisa menjadikan visi misi sebagai pedoman untuk langkah kita bersama selama periode pemerintahan ini,” ungkapnya.
Bupati Abdul Hamid, mengaku jika saat ini anggaran infrastruktur Bondowoso berkurang dan pasti mengurangi kemampuan pembangunan.
“Tetapi, pokir dari Partai koalisi🏷️ sudah kita sepakati setidaknya sepakat mengarahkan pokir itu ke infrastruktur khususnya jalan. Yang (partai) Non Koalisi🏷️ ada juga, silahkan di cek saja. Kita lihat saja nanti gebrakannya,” ujarnya.
Meski demikian, Lanjut Bupati Hamid, pihaknya tak hanya mengandalkan anggaran yang ada dan sudah terdampak efisiensi.
“Kan masih ada kemampuan jaringan juga misalnya, kemarin ketua MPR mendorong kita untuk mengusulkan infrastruktur jalan dan Rumah Sakit perbatasan, itu kan kecepatannya bertambah lagi,” tutupnya.












