Jember, Sinar.co.id,- Cafe Bambu 7 Bidadari, sebuah nama yang melegenda di dunia kuliner lokal, secara resmi dibuka kembali dengan wajah baru yang mengusung konsep modern namun tetap mempertahankan kehangatan tradisionalnya.
Terletak di sebelah Balai Desa Karangharjo, Kecamatan Sempolan, Kabupaten Jember, grand opening yang berlangsung pada hari Kamis pagi pukul 10.00 WIB ini menjadi peristiwa yang dinanti-nanti oleh masyarakat sekitar.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Camat Sempolan, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa Karangharjo, serta para pendiri Rumah Makan Cafe 7 Bidadari.
Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap upaya baru dalam menghidupkan kembali salah satu ikon kuliner yang pernah berjaya ini. Pemotongan pita sebagai tanda resmi pembukaan dilakukan di tengah suasana haru dan penuh doa.
Mengusung Konsep Modern dengan Sentuhan Tradisional
Dalam wawancaranya, Bunda Bali, yang dikenal sebagai sosok di balik pengelolaan Cafe Bambu 7 Bidadari, mengungkapkan bahwa restoran dan cafe ini dirancang untuk menjadi tempat yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan wisatawan.
Dengan tema “Makanan Khas Tempo Dulu”, Bunda Bali berharap kehadiran cafe ini tidak hanya sekadar menyajikan makanan lezat, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan masyarakat dengan warisan kuliner lokal.
“Kami ingin pelanggan merasakan nostalgia masa lalu melalui cita rasa khas yang kami sajikan, namun dengan suasana modern yang nyaman.
Harapannya, tempat ini bisa menjadi ruang bagi keluarga, wisatawan, dan masyarakat umum untuk menikmati makanan sambil menciptakan kenangan indah,” ujar Bunda Bali.
Menu yang disajikan di Cafe Bambu 7 Bidadari mencakup berbagai hidangan khas Indonesia, dengan fokus pada masakan tradisional yang diolah dengan bahan-bahan segar dan berkualitas tinggi.
Selain itu, cafe ini menawarkan suasana yang ramah keluarga dengan berbagai fasilitas modern yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada pengunjung.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Faroq, Panglima organisasi GRIB JAYA, menyampaikan dukungannya terhadap pembukaan Cafe Bambu 7 Bidadari.
Dalam wawancara dengan media, Faroq mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran rumah makan ini di wilayah Karangharjo.
“Cafe ini bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga representasi dari kekayaan kuliner tradisional yang dikemas dengan sentuhan modern. Kami berharap tempat ini bisa menjadi destinasi kuliner yang dikenal hingga ke luar daerah,” kata Faroq.
Adi, salah satu tokoh penting dari organisasi yang sama, menambahkan bahwa Cafe Bambu 7 Bidadari memiliki potensi besar untuk menjadi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan.
“Lokasinya yang strategis, dipadukan dengan konsep yang ramah keluarga dan fasilitas modern, membuat cafe ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Saya yakin tempat ini akan menjadi salah satu destinasi kuliner andalan di Jember,” ungkapnya.
Cafe Bambu 7 Bidadari
Harapan untuk Keberkahan
Grand opening ditutup dengan prosesi doa bersama, di mana semua yang hadir memanjatkan harapan agar Cafe Bambu 7 Bidadari mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah.
Suasana haru menyelimuti momen ini, terutama ketika Bunda Bali dan para tokoh masyarakat mengungkapkan harapan mereka agar usaha ini menjadi sarana untuk menciptakan kebaikan dan kesejahteraan bagi semua pihak yang terlibat.
Dengan pembukaan resmi ini, Cafe Bambu 7 Bidadari diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjungnya.
Bagi Anda yang ingin menikmati sensasi kuliner khas tempo dulu dengan suasana modern, Cafe Bambu 7 Bidadari adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan.
Jangan lupa untuk mengunjungi Cafe Bambu 7 Bidadari dan nikmati hidangan serta suasana yang tak terlupakan.
Selamat datang di pengalaman kuliner baru yang segar dan penuh makna!.
https://www.tiktok.com/@sinar.co.id//












