Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Video | Warga Gunungsari Apresiasi Reboisasi 2.000 Pohon di Lereng Argopuro, Harap Tak Sekadar Seremoni

Redaksi
550
×

Video | Warga Gunungsari Apresiasi Reboisasi 2.000 Pohon di Lereng Argopuro, Harap Tak Sekadar Seremoni

Sebarkan artikel ini
gunungsari
Camat Maesan, DWI WAHYUDI, S.Sos., MM saat dikonfirmasi usai penanaman bersama 2000 bibit pohon. (22/01).

Bondowoso, sinar.co.id,- Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, menyambut positif realisasi penanaman 2.000 bibit pohon🏷️ mahoni di lereng Gunung Argopuro🏷️. Program penghijauan yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bondowoso🏷️ itu, dinilai sebagai langkah konkret mitigasi bencana, terutama banjir bandang yang kerap melanda desa setempat.

Penanaman dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Sekretaris Daerah Bondowoso, Plt Kepala BPBD, Asisten I Setda, Dinsos P3AKB, Camat Maesan, Perhutani, Satpol PP, Tagana, PMI, Forkopimcam Maesan, hingga Pemerintah Desa Gunungsari.

Baca Juga :   Salwa Arifin Tegas Perintahkan Semua Tingkatan Kader PPP, Menangkan Paslon 2 – BAGUS

Bagi warga, langkah ini menjadi harapan baru. Jauhari (40), warga setempat, menyebut desanya sudah bertahun-tahun menjadi “langganan” banjir.

“Reboisasi ini langkah yang tepat untuk memulai pencegahan banjir. Tapi kami berharap tidak berhenti di sini. Perlu juga perbaikan drainase dan pembersihan sampah di wilayah atas gunung,” ujarnya.

Desa Gunungsari Wilayah Rawan Banjir

Camat Maesan, Dwi Wahyudi, menegaskan bahwa penghijauan di lereng Argopuro merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan warga. Menurutnya, Desa Gunungsari berada di wilayah rawan bencana🏷️ karena posisinya tepat di bawah lereng gunung.

Baca Juga :   Perkuat Digitalisasi PAD, PASOPATI Bondowoso Ditarget Rampung Maret 2026

“Banjir bandang terakhir terjadi tahun 2025. Reboisasi ini bagian dari peta preventif BPBD untuk mengurangi risiko bencana,” kata Dwi.

Selain penanaman pohon, pemerintah juga menyiapkan langkah pendukung lain, seperti pengajuan perbaikan saluran irigasi dan jembatan ke pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Mitigasi bencana tidak bisa satu langkah saja. Alam harus dijaga dengan bijak, pohon-pohon yang memperkuat struktur tanah di lereng gunung harus dilindungi,” tambahnya.

Baca Juga :   Danyonif 121/Macan Kumbang Sambut Ramadhan 1446 H: Pesan Keikhlasan dan Kepedulian untuk Prajurit dan Masyarakat

Program reboisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda simbolis, tetapi benar-benar berkelanjutan dan berdampak nyata dalam menekan risiko banjir bandang di kawasan lereng gunung Argopuro🏷️.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp