UGGp Diraih, Dinsos P3AKB Bondowoso, Gercap Evakuasi Janda Depresi

Ijen Geopark yang masuk dalam keanggotaan UGGp, pihak Dinsos P3AKB Bondowoso, gerak cepat (gercap) lakukan asesment dan evakuasi terhadap janda Masriya (47), warga desa Sukorejo, Kecamatan Sumber
proses evakuasi Misriya (kanan) dan komunikasi Kadinsos P3AKB Bondowoso saat penanganan di RSUD.
Ijen Geopark yang masuk dalam keanggotaan UGGp, pihak Dinsos P3AKB Bondowoso, gerak cepat (gercap) lakukan asesment dan evakuasi terhadap janda Masriya (47), warga desa Sukorejo, Kecamatan Sumber
proses evakuasi Misriya (kanan) dan komunikasi Kadinsos P3AKB Bondowoso saat penanganan di RSUD.

Bondowoso, Sinar.co.id – Melengkapi kebanggaan Ijen Geopark yang masuk dalam keanggotaan UGGp, pihak Dinsos P3AKB Bondowoso, gerak cepat (gercap) lakukan asesment dan evakuasi terhadap janda Masriya (47), warga desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Bondowoso.

Sebelumnya, Masriya diberitakan hidup di bawah batu batu besar di pinggir sungai dan menggugah salah satu komunitas lokal di Bondowoso untuk memberikan bantuan ala kadarnya.

Klick Juga Tautan Video di Bawah ūüĎá

Proses Evakuasi Masriya, Janda yang Hidup di Bawah Batu Besar

Saat dikonfirmasi Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Anisatul Hamidah mengaku jika Masriya sudah masuk dalam data bantuan atas nama Ibunya.

“Informasi dari perangkat desa, yang bersangkutan sudah dilakukan asesmen sejak lama. Juga tercatat sebaagai penerima BLT DD, dan kamipun juga pernah tahun kemarin, memberikan bantuan kepada Ibunya,” jelas Anisatul Hamidah.

Sebelumnya, jabar Anisatul Hamidah, yang bersangkutan beberapa kali dibujuk untuk bisa dievakuasi namun, gagal karena yang bersangkutan menolak.

Namun, setelah kami coba kembali dan meminta restu ibunya (Masriya) akhirnya, kami mencoba evakuasi kembali dan Alhamdulillah berhasil,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Masriya sudah dalam penanganan pihak RSUD Bondowoso dan sedang proses pemeriksaan.

Baca Juga :   Tangisan Khas Khitan Pecah di Pendopo Bupati Bondowoso

Adapun terkait latar belakang gangguan kejiwaan yang dialami Masriya, Kadinsos Bondowoso menjelaskan jika yang bersangkutan mengalami depresi setelah diterpa masalah keluarga dan ekonomi.

“Dari cerita Ibunya, pada saat Masriya berpisah dengan suaminya kemudian saat momen berpisah itu, semua harta bendanya hilang. Sejak itulah Masriya mulai depresi dan memilih tidur di tepi sungai,” paparnya.

Masih Kadinsos Bondowoso, saat ini sambil menunggu hasil pemeriksaan RSUD, pihaknya belum dapat memastikan apakah Masriya masuk dalam katagori depresi atau malah ODGJ.

Karena kami lakukan komunikasi, yang bersangkutan dapat menjawab jadi kesimpulan awal saya, beliau hanya depresi saja,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page