Scroll untuk membaca artikel
Ekonomi

Tak Lagi “Undercover”, Kopi Bondowoso Bidik Ekspor dengan Nama Sendiri

Redaksi
1039
×

Tak Lagi “Undercover”, Kopi Bondowoso Bidik Ekspor dengan Nama Sendiri

Sebarkan artikel ini
Undercover
Pemkab Seminar bersama petani kopi Bondowoso (3/9)

Bondowoso, sinar.co.id, Festival Kopi Nusantara ke-8 tahun 2025 kembali menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bondowoso untuk produk kopinya tak lagi Undercover melainkan maju dengan membidik ekspor dengan nama sendiri sekaligus meneguhkan diri sebagai “Bondowoso Republik Kopi (BRK) Reborn”.

Namun, di balik gemerlap perayaan, tersimpan visi besar: membawa kopi Bondowoso menembus pasar dunia, bukan sekadar lewat jalur perantara, melainkan dengan nama sendiri.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono, menegaskan bahwa, kunci menuju panggung ekspor adalah konsistensi kualitas.

Kalau ingin ekspor, kualitas harus jadi harga mati. Tidak bisa hanya bagus di awal, tapi harus konsisten dari hulu hingga hilir. Ini salah satu upaya kami sesuai visi misi Bupati untuk internasionalkan kopi Bondowoso dari hilir,” tegas Hendri saat ditemui usai hearing bersama puluhan petani dan pegiat kopi di Hotel Grand Padis, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga :   Diskominfo Atensi Fenomena Hacker Bombardir Nomor Telepon di Bondowoso

Dari Ekspor Undercover ke Merek Sendiri

Saat ini, kopi Bondowoso sejatinya telah hadir di pasar internasional melalui jalur tidak langsung atau ekspor undercover.

Artinya, produk kopi lokal masih dipasarkan lewat pihak ketiga dengan label lain. Namun, menurut Hendri, hal itu hanyalah pintu awal untuk menuju kemandirian ekspor.

Ke depan, yang kami dorong adalah agar kopi Bondowoso bisa tampil dengan brand sendiri. Itu baru bisa tercapai jika kualitasnya tidak pernah turun sedikit pun,” tambahnya.

Baca Juga :   Koordinasi dan Pengawasan Ketat, Kunci Optimalnya MBG di Tegal Pasir

Kolaborasi Jadi Kunci

Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak berjalan sendiri. Dukungan Bank Indonesia, lembaga pengembangan pertanian, hingga pelaku industri perbankan dinilai penting untuk mempercepat langkah menuju ekspor formal.

Salah satu motor penggerak adalah inisiatif Bondowoso Republik Kopi (BRK). Program ini menjadi wadah strategis yang menggabungkan pelatihan, pendampingan, branding, hingga akses pasar bagi petani kopi.

BRK tidak hanya bicara produksi, tetapi juga ekosistem yang mengangkat kopi Bondowoso ke level global,” jelas Hendri.

Lereng Ijen, Diplomasi Rasa

Dengan cita rasa khas yang lahir dari lereng Gunung Ijen, kopi Bondowoso diyakini memiliki daya saing kuat untuk bersaing di pasar premium internasional. Lebih dari sekadar komoditas, kopi ini diposisikan sebagai simbol diplomasi budaya, penggerak ekonomi kerakyatan, sekaligus warisan cita rasa Nusantara.

Baca Juga :   Jelang Lebaran 1445 H, Pemkab Bondowoso Turut Gelar GPM Serentak

Kami tidak sedang menjual kopi semata, tapi komitmen, rasa, dan nama baik Bondowoso ke mata dunia,” pungkas Hendri.

Undercover
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono,

Kopi Nusantara, Jiwa Bangsa

Festival Kopi Nusantara di Bondowoso yang terselenggara pada 4 hingga 6 September 2025 tahun ini, menjadi pengingat bahwa kopi bukan hanya minuman, melainkan jiwa bangsa.

Dan Bondowoso, dengan tekad dan langkah nyata, tengah menulis babak baru sejarah kopi Indonesia: dari desa, menuju dunia.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp