Bondowoso, sinar.co.id,– Kecamatan Curahdami kembali sukses menggelar Festival Maulid tahun ketiga pada 31 Agustus hingga 6 September 2025. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini, menghadirkan berbagai agenda religi, seni hingga, pemberdayaan UMKM.
Plt Camat Curahdami, Guruh Purnama, menyampaikan bahwa festival ini merupakan kelanjutan program sejak 2023🏷️ dan murni lahir dari keinginan masyarakat.
“Festival Maulid kami lanjutkan sebagai ajang mengangkat UMKM, sekaligus wadah seni religi seperti Curahdami Bersholawat, pawai lampion, tari Islami, hingga khitan massal,” jelasnya.
Menurut Guruh, pendanaan kegiatan tidak berasal dari APBD, melainkan swadaya dukungan donatur dan lembaga seperti Bank Jatim, BRI, maupun suport dari seluruh desa dan kelurahan juga berbagai kalangan.
“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 50 anak yang ikut khitan massal, sementara UMKM dari setiap desa berpartisipasi aktif menjual produk lokal,” tambahnya.
Dalam momen pembukaan Festival Maulid yang juga dihadiri Bupati, Wabup, serta berbagai stakeholder terkait ini mendapat apresiasi besar.
Antusias masyarakat meningkat hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya bahkan, sempat menimbulkan kemacetan saat penutupan. Namun hal itu berhasil diantisipasi berkat dukungan pengamanan dari Polsek dan Koramil Curahdami.
“Intinya, ini murni kegiatan masyarakat dan hasilnya benar-benar berdampak pada ekonomi lokal,” tegas Guruh.
Apresiasi Atas Terlaksananya Festival Maulid 2025
Sementara, disampaikan salah satu anggota Legislatif dapil V, Ahmadi, Festival Maulid Curahdami 2025 yang hanya satu-satunya rutin terlaksana tiap tahun ini, diharapkan menjadi pilot projeck untuk kecamatan lain di Kabupaten Bondowoso.
“Pelaksanaan festival ini merupakan sebuah aplikasi daripada masyarakat Curahdami. Satu bentuk nyata bahwa masyarakat Curahdami pada dasarnya adalah merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya, tradisi dan religi,” ungkap Ahmadi yang turut hadir dalam pembukaan Festival Maulid di Lapangan Argopuro pada 31 Agustus 2025.
Disamping itu, menurutnya, moment ini adalah sebuah ungkapan bahwa masyarakat curahdami adalah masyarakat yang guyup rukun, kreatif dan inovatif.
Dimana pada moment ini masyarakat Curahdami dari seluruh penjuru desa dapat berpartisipasi menampilkan berbagai hasil karyanya dari desanya masing-masing mulai dari UMKM , Pagelaran Seni Budaya dan aksi-aksi para pelajar mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMA.
Sebagai warga kecamatan Curahdami dan satu-satunya anggota legislatif yang berangkat dan berdomisili di Curahdami Ahmadi mengaku bangga atas kegiatan tersebut dan sangat apresiasi atas inisiasi Plt Camat yang telah mampu mengkordinir seluruh element yang ada.
Baik itu Forkopimcam, Pemdes, MWCNU, GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, HIMPAUDI, Pondok Pesantren dan sebagainya.
“Dan yang lebih membanggakan bagi saya, ketika saya tanya ke Pak Camat bahwa, di tengah efisiensi saat ini, kegiatan tersebut tidak sepeserpun menggunakan APBD melainkan, murni swadaya masyarakat. Ini luar biasa,” pungkasnya.












