Bondowoso, sinar.co.id,- Dinas Kesehatan Bondowoso menetapkan kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sumber Wringin sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan dilakukan karena penyebaran kasus berlangsung cepat dan tidak lazim.
Jumlah korban terus bertambah. Dari data awal 48 orang🏷️, kini tercatat 77 siswa dan guru dari lima lembaga pendidikan yang menjalani perawatan di Puskesmas Sumber Wringin. Diduga angka sebenarnya lebih tinggi karena beberapa siswa tidak berobat meski mengalami gejala mual, pusing, dan muntah.
Plt Kepala Dinkes Bondowoso, dr. Arief Sudibyo, memastikan seluruh sampel makanan termasuk ompreng, menu utama, dan susu telah diamankan untuk diuji laboratorium.
“Semua kami periksa. Hasilnya baru akan keluar dalam beberapa hari,” ujarnya.
Kasus Keracunan MBG Sumber Wringin Belum Ada Kesimpulan
Arief menegaskan belum ada kesimpulan penyebab keracunan hingga hasil uji keluar. Ia juga mengingatkan setiap SPPG wajib menyimpan sampel menu selama dua hari sebagai standar keamanan.
Dengan status KLB, penanganan kini diperketat. Tim epidemiologi memperluas investigasi untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.












