Bondowoso, Sinar.co.id,– Selang semalam, penemuan situs megalitikum berupa kubur batu, di Dusun Dawuhan, Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, ditengarai isinya telah dijarah / dicuri dan hanya menyisakan dua butir manik-manik Mutisalah.
Menurut Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disparbudpora Bondowoso, Heri Kusdaryanto, diduga barang-barang peninggalan yang ada di dalam kubur lempeng batu sudah tidak ada saat didatangi keesokan harinya.
“Juru pelihara telpon bilang, Pak kuburnya sudah terjarah,” jelasnya dikonfirmasi pada Rabu, (22/1/2025).
Ia menceritakan kronologi dugaan pencurian itu berawal saat petani bernama Faizeh tak langsung melaporkan penemuan itu pada Senin (20/1/2025).
Namun, mendiamkan dulu kubur tersebut hingga, malamnya barulah dilaporkan pada juru pelihara yang keesokan harinya saat tim sudah mendatangi lokasi ternyata, di dalamnya sudah kosong.
“Isi kubur itu sudah kosong. Tapi kita tidak tahu juga karena di dalam itu lumpur,” terangnya.
Biasanya kalau dilihat dari bentuknya, kata Heri, temuan ini merupakan kubur peninggalan megalitik. Seringkali kubur megalitik terdapat bekal kubur seperti perhiasan emas, gelang, keris, mata uang kepeng, manik-manik dan sebagainya.
Ditengarai Penjarah Hanya Menyisakan Dua Butir Manik Mutisalah
Namun dimikian, pihaknya hanya berhasil menemukan dua butir manik-manik berwarna hijau. Atau dikenal dalam istilah Arkeologi, yakni manik Mutisalah. Sering dijumpai di kubur-kubur batu yang ada di Jawa Timur.
“Manik-manik bekal kubur yang sering digunakan oleh masyarakat Bondowoso saat itu,” ujarnya.
Kendati adanya dugaan kuat pencurian temuan Cagar budaya ini, kata Heri, pihaknya tak akan melapor ke polisi. Namun, akan lebih berkonsentrasi pada penanganan status temuan kubur lempeng batu itu ke depan.
Karena berdasarkan undang-undang, semua benda Cagar Budaya adalah milik pemerintah meskipun ada di lahan masyarakat. Namun, harus diberi kompensasi.
“Tapi bukan kompensasi pembelian lahan. Atau ganti rugilah,” pungkasnya.













