Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Gus Rivqy Cecar Dirut Perhutani Soal Konflik Lahan di Silo: Minta Batas Wilayah Diperjelas dan Tak Ada Lagi Represi terhadap Petani

Redaksi
493
×

Gus Rivqy Cecar Dirut Perhutani Soal Konflik Lahan di Silo: Minta Batas Wilayah Diperjelas dan Tak Ada Lagi Represi terhadap Petani

Sebarkan artikel ini
Gus Rivqy
Gus Rivqy

Jakarta, sinar.co.id,- Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur IV (Jember-Lumajang), Gus Rivqy Abdul Halim, melontarkan kritik tajam kepada Direktur Utama Perum Perhutani dalam rapat Komisi VI DPR RI terkait konflik agraria yang terjadi di wilayah Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.

Dalam forum tersebut, legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyoroti ketidakjelasan batas antara wilayah perhutanan sosial dan lahan yang dikelola oleh Perhutani, khususnya di tiga desa terdampak yakni, Desa Silo, Desa Paceh dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.

Baca Juga :   Perumda Kahyangan Jember Terancam Pailit, Pasca Dicecar Gus Khozin

Upaya Win-win Gus Rivqy Abdul Halim

“Kalau memang itu wilayah perhutanan sosial maka, seharusnya Perhutani tidak lagi memberikan tekanan kepada para petani biarkan rakyat mengelola secara mandiri. Namun, jika itu adalah lahan Perhutani maka, mari kita cari solusi yang win-win, agar rakyat tidak terus menjadi korban konflik lahan yang berkepanjangan,” tegas Gus Rivqy.

Baca Juga :   Santri Nasionalis Kritik Tajam Kebijakan Parkir Gratis Bupati Jember: Populisme Murah, Biaya Mahal

Menanggapi hal tersebut, Dirut Perum Perhutani mengakui bahwa, sebagian kawasan di wilayah Silo telah masuk dalam program perhutanan sosial (KHDPK) kawasan hutan dengan pengelolaan khusus.

Ia pun menyampaikan komitmen untuk segera menurunkan tim khusus ke lapangan guna melakukan investigasi langsung dan pemetaan wilayah yang lebih jelas.

“Kami akan kirimkan tim khusus untuk melakukan investigasi di lapangan. Ini penting agar tidak ada lagi ketegangan antara masyarakat dengan pihak Perhutani,” ujarnya.

Baca Juga :   Tradisi Asatan Sampean Baru Bondowoso: Ratusan Warga Berburu Ikan Gratis

Gus Rivqy menegaskan bahwa, penyelesaian konflik lahan di wilayah Silo harus berpihak pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap langkah investigasi dari Perhutani bukan hanya formalitas, tetapi menjadi awal dari penyelesaian yang konkret dan berkelanjutan, serta bermuara pada seluas-luasnya kemaslahatan rakyat.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp