Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

Fenomena Awan di Langit Jember Munculkan Banyak Tanggapan

381
×

Fenomena Awan di Langit Jember Munculkan Banyak Tanggapan

Sebarkan artikel ini
fenomena
Fenomena langit berlubag diambil dari kawasan kecamatan Gebang (04/06)

Jember, Sinar.co.id,- Jagad maya dihebohkan dengan adanya fenomena awan berlubang di kawasan langit daerah Kabupaten Jember pada Selasa, (04/06/2024).

Fenomena aneh tersebut, mengundang berbagai tanggapan dari netizen, mulai dari tanggapan dongeng, ilmiah, juga tanggapan yang tak lazim atau gaib dan bahkan ada tanggapan yang lucu.

Fenomena Awan di Langit Jember Munculkan Banyak Tanggapan

Dalam salah satu tanggapan dikomentar medsos menyebut jika fenomena tersebut merupakan isarat alam atas turunnya malaikat ke Jember.

Baca Juga :   Gempa Terkini M5,3 Kaimana Dipicu Sesar Tarera-Aiduna

Ada juga yang menyebut jika itu pantulan dari sebuah telaga bahkan ada yang menyebut jika fenomena itu merupakan kutukan dan lain sebagainya.

Namun demikian, kesemuanya klaim diatas tidak satupun yang memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Tanggapan Ilmiah Fenomena Awan di Langit Jember

Disampaikan Forecaster BMKG Banyuwangi Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, secara umum, lubang pada awan tersebut lebih tampak di lapisan altocumulus atau awan menengah yang terbentuk, ketika pesawat terbang melalui lapisan awan kumuliform yang tipis dan memicu glasial.

Baca Juga :   Gobak Sodor Bondowoso Telan Korban Jiwa – Keluarga Sudah Ikhlas

Galsial membuat partikel awan yang berubah dari tetesan air menjadi partikel es. Sehingga muncul seperti efek domino.

Efek domino pada awan ini menciptakan celah di awan, tempat partikel es turun di ketinggian, dan terkadang melengkung karena kecepatan angin yang berbeda di ketinggian yang berbeda-beda.

“Awan cavum dapat ditemukan di antara tiga jenis awan, yakni cirrocumulus, altocumulus, dan stratocumulus,” kata Akmal.

Baca Juga :   Mapolres Bondowoso Amankan Bayi Perempuan yang Dibuang 10/01

Dalam ilmu cuaca awan tersebut bisa disebut sebagai Cirrocomulus Cavum, Altocomulus Cavum, dan Stratocomulus Cavum yang masing-masing disingkat menjadi Cc cav, Ac cav, dan Sc cav.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id//

Ikuti update berita terbaru di Google News sinar.co.id


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page