Bondowoso, sinar.co.id,- Momentum serah terima jabatan Kapolres Bondowoso justru diwarnai peristiwa kriminal pencurian sepeda motor. Aksi curanmor yang menimpa seorang mahasiswa di pusat kota Bondowoso ini disebut sebagai “kado pahit” yang sekaligus menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Kapolres yang baru.
Peristiwa tersebut menimpa Mutiara Jamil, seorang pelajar/mahasiswi asal Desa Jetis, Kecamatan Curahdami. Melalui kuasa hukumnya, Advokat Yulianto S.H.I, korban secara resmi melaporkan tindak pidana pencurian sepeda motor ke SPKT Polsek Bondowoso Kota, Rabu (14/01/2026).
Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LPM/8/1/2026, dengan barang bukti sepeda motor Honda Vario tahun 2018 warna putih bernomor polisi P 5152 GD.
Kronologi Kejadian Curanmor
Yulianto menjelaskan, berdasarkan kronologi dalam laporan polisi, kejadian bermula saat korban bekerja di Cafe DRK Bondowoso. Sekitar pukul 12.00 WIB, korban memarkir sepeda motornya tepat di depan kafe dengan kondisi terkunci ganda.
Namun nahas, beberapa waktu kemudian teman korban bernama Ferdi, warga Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, memberitahu bahwa, sepeda motor tersebut sudah tidak berada di lokasi parkir. Korban pun melakukan pengecekan dan mendapati kendaraannya telah raib.
“Motor diparkir dalam kondisi terkunci ganda, tapi saat dicek sudah tidak ada. Ini menunjukkan pelaku cukup nekat dan profesional,” ujar Yulianto.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp19.000.000 (sembilan belas juta rupiah).
Lebih lanjut, Yulianto menegaskan bahwa kasus ini seharusnya menjadi perhatian serius institusi kepolisian, terlebih terjadi bertepatan dengan momentum serah terima jabatan Kapolres Bondowoso.🏷️
“Kami berharap ini menjadi atensi prioritas. Momentum Sertijab Kapolres yang baru harus dibarengi dengan komitmen tegas memberantas kejahatan ranmor sampai ke akarnya,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan korban agar aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku, demi memberikan rasa aman kepada masyarakat Bondowoso.
“Korban berharap pelaku segera ditangkap agar tidak ada lagi korban-korban berikutnya. Kejahatan curanmor ini sudah sangat meresahkan,” pungkas Yulianto.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian, sementara publik menanti langkah cepat dan konkret sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan warga di Bumi Ki Ronggo.












