Bondowoso, sinar.co.id,- Langkah transformasi digital Pemerintah Kabupaten Bondowoso semakin nyata. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), jaringan infrastruktur digital kini telah menjangkau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, puskesmas hingga kelurahan sebagai upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan terintegrasi.
Transformasi Digital di 93 Titik
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 93 titik layanan pemerintahan telah terkoneksi dalam jaringan intra Kabupaten Bondowoso. Dari jumlah tersebut, 91 titik terhubung melalui infrastruktur fiber optik yang dibangun secara mandiri oleh Diskominfo, sementara dua jalur lainnya masih menggunakan sistem sewa metronet.
Kepala Diskominfo Bondowoso, Dwi Wahyudi, mengatakan bahwa pembangunan jaringan digital bukan sekadar menghadirkan akses internet, melainkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
“Transformasi digital tidak hanya berbicara tentang koneksi internet, tetapi bagaimana seluruh layanan pemerintahan dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Saat ini, jaringan pemerintah daerah telah didukung bandwidth sebesar 1,5 Gbps yang mampu menopang berbagai layanan digital di lingkungan Pemkab Bondowoso. Kapasitas tersebut bahkan masih dapat ditingkatkan hingga 2 sampai 3 Gbps sesuai kebutuhan pelayanan di masa mendatang.
Pada tahun 2026, pengembangan infrastruktur kembali dilakukan melalui pembangunan jaringan fiber optik di Kecamatan Sukosari dan Sumberwringin beserta puskesmas di wilayah tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerataan akses digital hingga ke wilayah pelayanan terdepan.
Tak hanya memperluas jaringan utama, Diskominfo juga melakukan pengembangan jaringan lokal (LAN) di 65 instansi yang terdiri atas 15 OPD, 18 kecamatan, 22 puskesmas, dan 10 kelurahan. Perluasan dilakukan melalui penambahan kabel jaringan dan titik WiFi yang menjangkau ruang pelayanan, ruang kerja, hingga ruang rapat.
Menurut Dwi, keberadaan jaringan digital yang andal akan menjadi tulang punggung percepatan layanan publik berbasis elektronik. Berbagai proses administrasi yang sebelumnya memerlukan waktu lebih lama kini dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.
Untuk memastikan pemanfaatan jaringan berjalan optimal, Diskominfo menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis kepada kepala OPD, camat, kepala puskesmas, lurah, serta operator jaringan dari seluruh perangkat daerah.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai tata cara penggunaan jaringan intra daerah, sistem login terpusat, hingga penanganan awal berbagai kendala teknis seperti gangguan koneksi, permasalahan WiFi, hingga penanganan jaringan fiber optik yang mengalami kerusakan.
“Operator menjadi garda terdepan dalam menjaga layanan tetap berjalan. Karena itu mereka perlu memahami langkah-langkah penanganan awal sebelum tim teknis turun ke lapangan,” jelasnya.
Diskominfo juga menekankan pentingnya penggunaan internet secara bertanggung jawab. Jaringan pemerintah diprioritaskan untuk mendukung pelayanan masyarakat, administrasi pemerintahan, dan pelaksanaan program-program strategis daerah.
Dengan sistem pemantauan yang telah diterapkan, penggunaan jaringan dapat diawasi sehingga kualitas layanan tetap terjaga dan tidak terganggu oleh aktivitas yang tidak berkaitan dengan tugas kedinasan.
Sebaran jaringan fiber optik yang kini mencapai 91 titik menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang modern. Infrastruktur tersebut tersebar di 35 OPD, 22 kecamatan, 10 kelurahan, dan 24 puskesmas.
Ke depan, pengembangan jaringan digital akan terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan berbasis teknologi informasi. Pemerintah daerah berharap keberadaan infrastruktur ini mampu menjadi katalisator lahirnya pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas melalui dukungan teknologi digital yang kuat. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk Bondowoso yang lebih maju dan modern,” pungkas Dwi Wahyudi.




