Scroll untuk membaca artikel
Pariwisata

Asesor UNESCO: Ijen Bukan Sekadar Gunung, tetapi Warisan Dunia yang Harus Dijaga Bersama

Redaksi
350
×

Asesor UNESCO: Ijen Bukan Sekadar Gunung, tetapi Warisan Dunia yang Harus Dijaga Bersama

Sebarkan artikel ini
unesco
(dari kiri) Kepala Bapperida Anisatul Hamidah, Asesor UGGP Mr. Andreas Josef Schueller, Kepala Disparbudpora I Gede Budiawan, Kepala Dispendik dan Taufan Restuanto saat berbincang didepan halaman Pendopo Bupati Bondowoso (06/08)

Bondowoso, sinar.co.id,- Proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen memasuki tahap akhir melalui Closing Meeting yang digelar di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Kamis (6/8/2026). Dua asesor UNESCO, Mr. Andreas Josef Schueller dan Misis Li Yue, menutup rangkaian penilaian lapangan setelah beberapa hari mengunjungi berbagai geosite di Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi.

Dalam penyampaiannya, Andreas Josef Schueller mengaku terkesan dengan kekayaan alam Ijen sekaligus semangat kolaborasi yang ditunjukkan kedua daerah dalam mengelola kawasan geopark.

“Ijen adalah kawasan yang harus dijaga bersama. Tempat ini bukan hanya menghubungkan Bondowoso dan Banyuwangi, tetapi juga memiliki nilai geologi, ekologi, budaya, dan pendidikan yang luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga :   Bus Wisata Damri Jalur Ijen Bondowoso Sudah Laouching, Jauh Dekat Rp.27 Ribu

Menurut Andreas, kekuatan utama Ijen Geopark tidak hanya terletak pada bentang alamnya yang menawan, melainkan pada komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.

Unesco : Kualitas Pengelolaan Kunci Keberhasilan

Ia menegaskan, keberhasilan sebuah geopark dunia bukan ditentukan oleh keindahan alam semata, melainkan oleh kualitas pengelolaannya. Karena itu, ia mendorong penguatan manajemen kawasan, lahirnya inovasi dalam pengembangan geopark, serta pemanfaatan sumber daya yang tetap berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Baca Juga :   Khasit Mata Air Panas Blawan Bondowoso Panjang, Besar dan Kuat

Yang paling membekas bagi Andreas selama proses revalidasi adalah keterlibatan masyarakat lokal. Ia mengaku belum pernah menemukan kekompakan masyarakat seperti yang ditunjukkan warga di kawasan Ijen.

“Saya belum pernah melihat kekompakan masyarakat seperti yang saya temui di kawasan Ijen. Sambutan hangat, budaya yang tetap terjaga, dan keterlibatan warga menjadi kekuatan besar bagi geopark ini,” ungkapnya.

Menutup kunjungannya, Andreas memberikan apresiasi atas pelaksanaan revalidasi yang dinilainya berlangsung profesional. Menurutnya, kesiapan panitia, moderator, penerjemah, hingga seluruh tim pendukung membuat proses evaluasi berjalan efektif sehingga seluruh program pengembangan Ijen Geopark dapat dipahami dengan baik.

Baca Juga :   Polda Jatim Ambil Alih Kasus Karhutla Bromo

Closing Meeting tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso, Wakil Bupati Banyuwangi, perwakilan Bappenas, Kementerian Pariwisata, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Badan Pengelola Ijen Geopark tingkat provinsi, nasional, dan Kabupaten Banyuwangi.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp