Bondowoso, sinar.co.id,- Dibukanya akses Jembatan Sentong pada Jumat (6/11/2026) ternyata menyisakan tanda tanya benarkah pejabat Bondowoso healing, ?.
Di tengah antusiasme masyarakat menyambut kembali jalur penghubung Bondowoso–Jember setelah hampir sembilan bulan terputus, justru tak terlihat satu pun pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso yang hadir dalam momentum tersebut.
Padahal, meski belum diresmikan secara formal dan baru sebatas open traffic, dibukanya Jembatan Sentong menjadi momen penting bagi masyarakat. Selama berbulan-bulan, warga harus berjibaku melewati jalur alternatif yang dikenal dengan sebutan akses Selat Hormuz, demi menghubungkan aktivitas ekonomi dan mobilitas kedua kabupaten.
Antusiasme masyarakat pun tak terbendung. Sejumlah warga bahkan datang langsung ke lokasi hanya untuk menyaksikan momen pertama portal jembatan dibuka dan kendaraan kembali melintas.
Jadwal Dibuka nya Akses jalan Jembatan
Namun, di balik kegembiraan tersebut, muncul pemandangan yang cukup mengundang pertanyaan. Pantauan di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB, hanya tampak sejumlah petugas Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Jember, bersama personel Satlantas Polres Bondowoso yang mengatur kelancaran lalu lintas.
Sementara itu, tak terlihat kehadiran pejabat Pemkab Bondowoso dalam momen yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut.
Padahal, sejak Kamis malam, informasi pembukaan Jembatan Sentong telah beredar luas melalui berbagai kanal media sosial dan status WhatsApp. Jadwal yang beredar menyebutkan akses akan dibuka pada Jumat pukul 13.00 WIB. Namun, pelaksanaannya dimajukan menjadi pukul 12.30 WIB.
Kepala UPT PJJ Jember, Tutut Putro Tri Wicaksono, menyebut percepatan pembukaan dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat yang sudah menunggu untuk melintasi jembatan.
“Kami tak dapat membendung antusias masyarakat. Tadi pas buka, sepertinya hanya ada perwakilan dari BSBK Bondowoso,” singkatnya.
Pejabat Bondowoso Benakah Healing ?
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso sedang melaksanakan kunjungan kerja ke luar provinsi. Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) bersama sebagian besar kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dikabarkan tengah berada di Yogyakarta untuk agenda yang hingga kini belum terkonfirmasi secara jelas.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan lanjutan. Apa agenda yang membuat Sekda dan sejumlah pejabat OPD berada di Yogyakarta, tepat ketika masyarakat Bondowoso menyambut dibukanya kembali salah satu akses transportasi terpenting daerah?
Benarkah mereka healing di akhir pekan atau dalam kepentingan lain?
Apakah perjalanan tersebut merupakan agenda kedinasan yang telah terjadwal, kegiatan koordinasi pemerintahan, atau kegiatan lainnya? Publik tentu berhak mendapatkan penjelasan, termasuk mengenai urgensi dan hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut.
Sebab, persoalannya bukan semata-mata hadir atau tidak hadirnya seorang pejabat dalam seremoni. Lebih dari itu, Jembatan Sentong menyangkut kepentingan ribuan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kelancaran mobilitas warga yang selama berbulan-bulan harus menanggung dampak terputusnya akses utama.
Di saat masyarakat berbondong-bondong menyaksikan jembatan kembali dibuka, absennya jajaran Pemkab Bondowoso justru menjadi catatan tersendiri.
Kini, pertanyaan publik bukan hanya kapan Jembatan Sentong akan diresmikan, melainkan juga apa sebenarnya agenda para pejabat di Yogyakarta dan mengapa momentum penting bagi masyarakat Bondowoso tersebut tak dihadiri jajaran pemerintah daerah?












