Surabaya, sinar.co.id,- Sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Kabupaten Bondowoso. Atas berbagai capaian dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan komoditas unggulan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso meraih penghargaan kategori Akselerasi Ketahanan Pangan & Kesejahteraan Petani dalam ajang JawaPos.com WILWATIKTA AWARDS 2026.
Penghargaan tersebut diterima dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Surabaya, Jumat (30/10/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Mulyadi, SP., MM., menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari besarnya potensi pertanian Bondowoso yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Data Kapasitas Pertanian Bondowoso
Berdasarkan data 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 27,93 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bondowoso, dengan nilai mencapai sekitar Rp7,98 triliun. Bahkan, kontribusinya meningkat menjadi 31,26 persen pada Triwulan II 2026.
Selain tanaman pangan, kekuatan pertanian Bondowoso juga ditopang komoditas perkebunan unggulan. Produksi padi pada 2025 tercatat mencapai 278.822 ton gabah kering giling dari luas panen sekitar 56.112 hektare.
Sementara sektor kopi memiliki luas perkebunan sekitar 20.310 hektare dengan produksi mencapai 8.914 ton. Kopi Arabika Java Ijen-Raung dan Hyang Argopuro bahkan telah menembus pasar internasional, termasuk Turki, Australia, dan sejumlah negara Eropa.
Adapun komoditas tembakau dengan luas areal sekitar 8.745,8 hektare pada 2026 juga menjadi sumber penghidupan ribuan petani. Bondowoso turut memiliki varietas lokal unggulan Maesan 1 dan Maesan 2.
Menurut Mulyadi, tantangan pembangunan pertanian ke depan bukan hanya meningkatkan luas tanam dan produksi, tetapi juga memastikan hasil pertanian memberikan nilai tambah serta berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Karena itu, penguatan produktivitas, modernisasi pertanian, perbaikan irigasi, kelembagaan petani, akses pasar, hingga pengembangan hilirisasi menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian Bondowoso semakin maju dan berdaya saing.
Sementara itu, Bupati Bondowoso KH. Dr. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi seluruh petani, kelompok tani, penyuluh, dan masyarakat yang telah berkontribusi menjaga ketahanan pangan daerah.
Bupati berharap penghargaan ini tidak sekadar menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk memperkuat pembangunan pertanian yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan. Sebab, keberhasilan pertanian tidak cukup diukur dari besarnya produksi, melainkan sejauh mana hasil pembangunan mampu meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup petani.
Pemkab Bondowoso juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, perguruan tinggi, dan perbankan untuk menjawab tantangan pertanian ke depan.
Penghargaan WILWATIKTA AWARDS 2026 dengan tema Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Bondowoso untuk semakin mengoptimalkan potensi lokal.
Bagi Bondowoso, pertanian bukan sekadar urusan produksi pangan, melainkan fondasi ekonomi daerah. Ke depan, pertanian harus semakin kuat, petani semakin sejahtera, dan komoditas unggulan semakin mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.












