Scroll untuk membaca artikel
Politik

Gus Idror dan Wabup Ulfiyah Kobarkan Semangat PPP Bondowoso, Bidik Kembali ke Senayan 2029

Redaksi
824
×

Gus Idror dan Wabup Ulfiyah Kobarkan Semangat PPP Bondowoso, Bidik Kembali ke Senayan 2029

Sebarkan artikel ini
Idror

Bondowoso, sinar.co.id,- Semangat membangkitkan kejayaan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggema di Kabupaten Bondowoso. Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah bersama ulama muda KH. Muhammad Idror Maimoen atau yang akrab disapa Gus Idror mengajak seluruh kader dan simpatisan PPP untuk merapatkan barisan, memperkuat konsolidasi, dan mengembalikan kejayaan partai berlambang Ka’bah, baik di Bumi Ki Ronggo maupun di tingkat nasional.

Seruan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Santri Nasional yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bondowoso, Selasa malam (20/10/2026).

Kegiatan itu dihadiri Ulfiyah sebagai utusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Timur, Bendahara DPW PPP Jatim Hj. Umil Sulistyoningsih beserta jajaran, serta pengurus, kader, dan simpatisan PPP Bondowoso.

Sejumlah ulama turut hadir, di antaranya KH. Muhammad Idror Maimoen, KH. Taufiq Hasyim, KH. Majlis Aminullah, KH. Maksum Tzirmidzi, dan KH. Faizin.

Tak sekadar menjadi ajang silaturahmi keagamaan, momentum tersebut juga ditandai dengan penyematan simbolis kemeja almamater PPP serta penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), ranting, hingga anak ranting se-Kabupaten Bondowoso.

Gus Idror: Santri Harus Hadir Membawa Kemanfaatan bagi Umat

Dalam tausiahnya, Gus Idror, putra bungsu almarhum KH. Maimoen Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, mengajak kader dan simpatisan PPP, khususnya di Bondowoso, untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan politik yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Menurutnya, Hari Santri harus menjadi momentum untuk merefleksikan kembali perjuangan para santri dan ulama dalam membangun bangsa. Semangat tersebut, kata dia, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :   Tiga Yayasan Belum Setor LPJ Hibah 2025, Pengawasan Pemkab Bondowoso Dipertanyakan

“Santri bukan hanya mereka yang pernah mondok di pesantren, tetapi juga murid-murid para kiai yang belajar nilai-nilai kebaikan. Sudah saatnya kita bersama-sama berjuang demi umat, bangsa, dan negara melalui PPP yang merupakan partai warisan ulama,” ungkap Gus Idror dalam tausiahnya.

Ia menekankan bahwa perjuangan tidak cukup berhenti pada simbol dan identitas, tetapi harus diwujudkan melalui inisiatif, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Gus Idror juga mengingatkan pentingnya perubahan yang dimulai dari diri sendiri, sebagaimana pesan Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

Ia berharap para santri, alumni pesantren, murid-murid kiai, serta masyarakat luas dapat bersinergi membangun gerakan yang membawa kemaslahatan umat melalui PPP.

“Jangan ragu, bulatkan tekad, jangan terpecah belah, dan rapatkan barisan bersama PPP Bondowoso. Mari kita teladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dan menjadikan nilai-nilai keteladanan beliau sebagai landasan untuk berbuat kebaikan,” pesannya.

Gus Idror turut mengajak seluruh kader untuk mendoakan dan memperjuangkan target PPP kembali ke Senayan pada Pemilu 2029. Ia juga mengapresiasi perjuangan para pengurus yang terus menghidupkan kegiatan keagamaan, termasuk pengajian dan pembacaan sirah Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, soliditas organisasi dan keteladanan para ulama menjadi modal penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap PPP.

Ia pun berharap kepemimpinan Ketua DPC PPP Bondowoso, KH. Hasan Abd Mu’iz, mampu membawa keberkahan, memperkuat persatuan, serta menggerakkan partai agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Idror

Ulfiyah Tekankan Konsolidasi dan Kebangkitan PPP

Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menyampaikan apresiasi kepada DPC PPP Bondowoso yang telah menuntaskan tahapan penataan kepengurusan hingga penerbitan SK.

Baca Juga :   Kyai Kampung dan RSI Bondowoso, Deklarasi Dukung Paslon 02 Prabowo Gibran

Menurutnya, penyelesaian kepengurusan harus menjadi titik awal untuk memperkuat soliditas internal sekaligus merangkul kembali kader dan simpatisan yang sebelumnya sempat terpisah.

“Yang utama adalah bagaimana kita bersama-sama merapatkan barisan, merangkul kembali sesama kader, dan menjaga kekompakan. Jangan sampai kita mudah dipecah belah. Saatnya kita mematangkan ikhtiar untuk mengembalikan kejayaan PPP dan kembali ke pendopo,” ujar Ulfiyah.

Ia menegaskan, kebangkitan PPP membutuhkan kerja bersama seluruh elemen partai, mulai dari jajaran pengurus, para masyayikh, kader, hingga simpatisan. Kelengkapan kepengurusan PAC, ranting, dan anak ranting menjadi fondasi penting untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus memperkuat kerja politik di tingkat akar rumput.

Ulfiyah juga mendorong agar konsolidasi tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi diperluas melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan kalangan pesantren.

Sebagai partai yang memiliki akar sejarah kuat dengan kalangan ulama dan umat Islam, PPP dinilai perlu terus menjaga kedekatan dengan pesantren tanpa mengabaikan perkembangan sosial dan kebutuhan generasi muda.

PPP Harus Mampu Merebut Hati Gen Z

Tak hanya menyoroti konsolidasi organisasi, Ulfiyah juga memberikan perhatian khusus terhadap strategi PPP dalam menjangkau generasi Z.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah politik ke depan. Karena itu, PPP perlu menghadirkan pendekatan yang lebih kreatif, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman, terutama melalui pemanfaatan media sosial dan ruang digital.

“Bagaimana kita menyentuh kalangan Gen Z sehingga mereka mencintai dan peduli terhadap PPP? Kita harus mengubah pandangan bahwa PPP hanya identik dengan sarungan dan pengajian. PPP harus mampu mengakomodasi program-program yang lebih luas dan menjawab kebutuhan generasi muda,” tegasnya.

Baca Juga :   Sekolah Politik Aktivis Jember, KIP Prabowo Gibran Tetap Yakin Menang Satu Putaran

Ia mendorong pengurus DPC PPP Bondowoso untuk mengembangkan program yang dekat dengan kehidupan anak muda, mulai dari pemberdayaan, pendidikan, kreativitas, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Menurut Ulfiyah, identitas keislaman dan kedekatan dengan ulama justru harus menjadi kekuatan yang dapat diterjemahkan ke dalam program-program konkret, inklusif, dan bermanfaat bagi berbagai lapisan masyarakat.

Dengan demikian, PPP tidak hanya mempertahankan basis pemilih tradisional, tetapi juga mampu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda.

Perkuat Akar Rumput, Songsong PPP Go Senayan 2029

Rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali ikatan antara ulama, pengurus partai, kader, dan simpatisan PPP di Bondowoso.

Penataan kepengurusan hingga tingkat anak ranting diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas konsolidasi sekaligus meningkatkan kehadiran partai di tengah masyarakat.

Di sisi lain, penguatan komunikasi dengan pesantren, tokoh masyarakat, dan generasi muda menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PPP untuk membangun citra sebagai partai yang berakar pada nilai-nilai keislaman, tetapi tetap terbuka terhadap perubahan dan perkembangan zaman.

Pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut jelas: kebangkitan PPP tidak cukup hanya dengan menyerukan persatuan, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata, kepengurusan yang solid, program yang menyentuh kebutuhan rakyat, serta kemampuan merangkul generasi penerus.

Dengan semangat kebersamaan itu, PPP Bondowoso diharapkan mampu memperkuat posisinya di Bumi Ki Ronggo sekaligus ikut mengantarkan perjuangan partai menuju target PPP Go Senayan 2029.

 

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp