Bondowoso, sinar.co.id,- Menu harian di SPPG Bondowoso Jambesari, Desa Tegal Pasir, Jumat (10/4/2026) tampil berbeda dari biasanya. Jika umumnya bakso disajikan berkuah, kali ini diolah menjadi bakso bakar yang menghadirkan cita rasa gurih dengan sentuhan aroma panggangan yang khas.
Inovasi ini langsung mencuri perhatian. Di tengah sajian nasi, tahu goreng, selada tomat, dan buah apel, bakso bakar tampil sebagai menu utama yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi strategi cerdas untuk meningkatkan minat makan, khususnya pada anak-anak.
Menu Variasi Bakso Bakar
Ahli Gizi SPPG Mitra Mandiri Magdalena ABK Group, Widi Pawesti, S.Tr.Gz., menjelaskan bahwa pengolahan bakso dengan cara dibakar bukan sekadar variasi rasa, tetapi juga bagian dari pendekatan kreatif dalam penyajian makanan bergizi.
“Menu ini kami hadirkan sebagai inovasi agar anak-anak tidak bosan. Dengan aroma panggangan dan rasa yang lebih kaya, biasanya mereka jadi lebih lahap makan,” ungkapnya.
Menurutnya, daging olahan sebagai sumber protein hewani tetap mempertahankan nilai gizinya, sementara proses pembakaran memberikan sensasi berbeda tanpa mengurangi kandungan utama yang dibutuhkan tubuh.
Menu ini tetap disusun dengan prinsip gizi seimbang. Dalam satu porsi kecil, terkandung energi sebesar 481,5 kkal dengan protein 16,2 gram. Sementara porsi besar mencapai 702,8 kkal dengan protein 23,3 gram. Kandungan tersebut dinilai cukup untuk mendukung aktivitas harian serta pertumbuhan.
Selain protein dari bakso bakar, kombinasi tahu goreng sebagai protein nabati dan sayur serta buah sebagai sumber serat menjadikan menu ini lengkap dan seimbang.
Tak hanya dari sisi rasa dan gizi, tampilan juga menjadi perhatian. Bakso bakar disajikan menarik di atas alas daun selada segar, berpadu warna dengan sayur dan buah, menciptakan visual yang menggugah selera.
Program penyediaan makanan ini sendiri menjangkau hingga 2.994 porsi, menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan menu berkualitas dalam skala besar.
“Inovasi sederhana seperti ini penting. Kadang bukan soal bahan yang mahal, tapi bagaimana mengolah dan menyajikannya agar disukai tanpa meninggalkan nilai gizi,” tambah Widi.
Dengan menghadirkan bakso bakar sebagai menu unggulan, SPPG Bondowoso Jambesari membuktikan bahwa kreativitas dalam dapur dapat menjadi kunci sukses dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat.












