Bondowoso, sinar.co.id,- Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Keluarga Berencana (KB) menggunakan Metode Operasi Wanita ( MOW ) tahun 2025 dilaksanakan Dinas Sosial P3AKB bekerjasama dengan RSUD dr. Koesnadi Kabupaten Bondowoso dalam momentum Hari Keluarga Nasional.
Program MOW kali ini, diikuti oleh 120 peserta wanita yang secara matang pertimbangan, menjalani operasi sterilisasi pencegahan kehamilan permanen di ruang bedah RSUD dr. Koesnadi pada Sabtu, (12/07/2025).
Usai tinjau langsung acara tersebut, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menyebut jika, pihaknya memastikan proses MOW kali ini berjalan dengan lancar.
“Ini bagian dari program keluarga berencana dengan gelar bakti sosial, ada sekitar 120 peserta dari ibu-ibu melaksanakan MOW. Alhamdulillah, dari seluruh peserta, tadi sebagian sudah selesai operasi. Pelaksanaan ini berjalan dengan lancar,” ucapnya singkat.
Disampaikan kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, program ini merupakan program rutin yang tidak hanya digelar dalam rangka Hari Keluarga Nasional saja.
“Di hari-hari yang lain pun, kita juga mendorong masyarakat yang memang berkeinginan untuk melaksanakan MOW tetap difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso,” tukasnya.
Tekhnis MOU Dengan Laparoskopi
Sementara, Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, MOW kali ini menggunakan metode inovasi baru dari RSUD dr. Koesnadi yakni, metode laparoskopi.🏷️
“Adapun syarat peserta untuk dapat mengikuti operasi ini, minimal wanita yang sudah tidak ingin punya anak lagi dan mendapat izin dari suami. Selain itu, untuk tekhnis sebelum dilakukan operasi, harus discreening terlebih dahulu oleh petugas,” katanya.
dr. Yus Priyatna menyebut, untuk wanita peserta MOW ini haruslah betul-betul dipertimbangkan secara matang mengingat, untuk dipulihkan kembali 100 persen sangat sulit kemungkinannya.

“Meski demikian, mengingat resiko pemulihannya cukup sulit, jika masih menghendaki memiliki anak lagi (setelah sterilisasi) dibolehkan namun, harus di rumah sakit pusat di dr Soetomo atau di Surabaya,” tukasnya.












