Bondowoso, sinar.co.id,- Terkendala berbagai rintangan, survivor Fahrul Hidayatullah alias Baim (18) yang terjatuh dari tebing curam gunung Saeng🏷️ Bondowoso akhirnya gagal dievakuasi pada hari yang sama saat ditemukan dan direncanakan dievakuasi pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Diketahui, Survivor dinyatakan terjatuh pada Kamis 1 Mei sekitar jam 13.00 Wib, pencarianpun dilakukan🏷️ dan ditemukan pada Jumat, 2 Mei sekitar jam 9.15 Wib dan rencana evakuasi pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Hasil rangkum data dari sejumlah narasumber yang terlibat dalam upaya evakuasi, tim SAR menunda evakuasi karena terkendala waktu dan cuaca.
Kendala Evakuasi
Adapun kendala yang dialami dalam proses evakuasi diantaranya, waktu evakuasi mendekati malam hari dan cuaca berkabut yang menghalangi pandangan atas jalur yang akan dilalui evakuasi.
Selain itu, ketika survivor proses evakuasi pengangkatan dari dasar jurang sempat terjadi kendala kantong pengangkat mengalami robek yang diperkirakan adanya gesekan kantong dengan bebatuan cadas tebing gunung Saeng.

Disampaikan tim SAR Jember, Jatmika, korban telah dinyatakan meninggal dunia dan jika memang kondisi cuaca memungkinkan, jenazah bisa saja dievakuasi malam hari pada Jumat 2 Mei 2025.
“Hari ini terkendala lingkungan (jalur evakuasi) dan cuaca ekstrime yang tidak menentu. Namun tim SAR masih mengupayakan survivor dapat terevakuasi malam ini,” kata Jatmika.
Namun demikian, lanjutnya, seandainya karena berbagai faktor kendala dan jenazah terpaksa dievakuasi esok hari, tim SAR akan menghentikan proses hari ini (2/05) dengan tetap memberikan pengawasan terhadap jenazah.












