Film, sinar.co.id,- Bidaah dengan tokoh utama Walid merupakan judul serial drama asal Malaysia yang mengangkat isu penyimpangan ajaran agama dalam sebuah sekte sesat bernama Jihad Ummah.
Dalam Islam, Bidaah atau bid’ah merujuk pada inovasi atau penambahan dalam urusan agama yang tidak memiliki dasar dari ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Secara bahasa, bid’ah berasal dari kata Arab bada’a, yang berarti “mengadakan sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya.
Serial ini menjadi viral di media sosial utamanya di Indonesia karena kisahnya yang kontroversial dan menegangkan. Dimana, viralnya film ini karena sang walid menyebut kata “Walid Nak Dewi Boleh ?,” kepada salah satu santriwatinya.
Ajakan tersebut bermakna kias ajakan lelaki kepada wanita untuk melakukan hunbungan intim yang tidak sepatutnya untuk dilakukan tanpa adanya ikatan syariah yang dibenarkan.
Dalam serial Bidaah, hubungan antara Walid dan Dewi menjadi salah satu alur yang paling kontroversial dan menyita perhatian publik.
Karakter Walid dan Dewi
Walid Muhammad Mahdi Ilman, diperankan oleh Faizal Hussein, adalah pemimpin karismatik dari sekte sesat Jihad Ummah. Ia mengklaim sebagai Imam Mahdi dan memanfaatkan kedudukannya untuk melakukan manipulasi terhadap para pengikutnya, terutama perempuan muda.
Dewi, diperankan oleh Ranea Ezreen, adalah salah satu anggota baru dalam sekte tersebut. Ia menjadi target dari praktik “pernikahan batin” yang dilakukan Walid, sebuah modus manipulatif yang dibungkus dengan dalih ajaran agama.
Hubungan Manipulatif
Salah satu adegan yang menjadi viral adalah ketika Walid berkata kepada Dewi, “Walid nak Dewi boleh?” Kalimat ini menjadi simbol dari cara Walid memanipulasi pengikutnya dengan menyalahgunakan otoritas spiritualnya.
Meskipun Dewi tampak “rela” dalam keterikatannya dengan Walid, banyak penonton menilai bahwa kerelaan tersebut dibentuk dalam tekanan relasi yang tidak sehat, bukan persetujuan sejati.
Muhammad Mahdi Ilman (diperankan oleh Faizal Hussein): Pemimpin karismatik Jihad Ummah yang mengaku sebagai Imam Mahdi, juru selamat umat Islam pada akhir zaman.
Baiduri Amira (diperankan oleh Riena Diana): Gadis muda yang dipaksa ibunya untuk bergabung dengan Jihad Ummah.
Hambali Saifullah (diperankan oleh Fattah Amin): Putra dari tangan kanan Walid yang baru kembali dari Yaman dan mulai meragukan ajaran sekte tersebut.
Sinopsis: Baiduri Amira, seorang gadis muda, dipaksa oleh ibunya untuk bergabung dengan Jihad Ummah, sebuah kelompok keagamaan yang dipimpin oleh Muhammad Mahdi Ilman. Awalnya, kelompok ini tampak seperti komunitas spiritual biasa, namun Baiduri segera menyadari adanya praktik-praktik menyimpang, seperti pernikahan paksa, ketaatan buta kepada pemimpin, dan ritual-ritual yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Situasi mulai berubah ketika Hambali Saifullah, putra dari tangan kanan sang tokoh utama, kembali dari studinya di Yaman. Hambali juga menyadari bahwa kelompok ayahnya telah jauh menyimpang dari ajaran Islam. Bersama Baiduri, mereka berusaha membongkar kedok Jihad Ummah dan menyelamatkan orang-orang yang terjebak di dalamnya.
Serial ini tidak hanya menyajikan kisah yang menegangkan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya berpikir kritis dalam menjalani kehidupan beragama dan keberanian untuk melawan ketidakbenaran, meskipun datang dari orang terdekat sendiri.
Pesan Moral
Serial ini menyoroti bahaya penyalahgunaan kekuasaan dalam konteks keagamaan dan pentingnya berpikir kritis dalam menjalani kehidupan beragama.
Kisah ini menjadi cerminan dari bagaimana ajaran yang menyimpang dapat merusak kehidupan individu dan masyarakat yang terkemas dalam penyalahgunaan agama.












