Scroll untuk membaca artikel
ArtikelTradisional

Teladan Jawa, Kesejatian Seorang Pria Dengan 5 Pelengkap

Redaksi
1909
×

Teladan Jawa, Kesejatian Seorang Pria Dengan 5 Pelengkap

Sebarkan artikel ini
teladan
by.red (30/01)

SINAR.CO.ID,- Dalam budaya teladan Jawa, seorang lelaki sejati tidak hanya dinilai dari kekuatan fisiknya atau status sosialnya, tetapi juga dari bagaimana ia menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab, kebijaksanaan, dan keharmonisan.

Lima teladan pelengkap yang menjadi ciri khas seorang lelaki Jawa sejati adalah wismo (rumah), gharwo (istri), turonggo (kendaraan), curigho (senjata) dan kukilo (peliharaan).

Masing-masing memiliki makna yang mendalam dan saling terkait untuk membentuk karakter serta kehidupan lelaki Jawa yang penuh kehormatan.

1. Teladan Jawa Wismo / Rumah sebagai Pusat Kehidupan

Wismo dalam bahasa Jawa berarti rumah, namun lebih dari sekadar tempat tinggal, rumah bagi lelaki Jawa sejati adalah simbol dari kedamaian, keharmonisan, dan tempat untuk membangun kehidupan yang stabil.

Seorang lelaki Jawa tidak hanya bertugas sebagai pencari nafkah di luar rumah, tetapi juga sebagai penjaga rumah tangga yang harmonis, yang menjaga agar rumah tetap menjadi tempat yang penuh kasih sayang dan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga.

Dalam pandangan Jawa, rumah juga dianggap sebagai tempat di mana nilai-nilai luhur, ajaran agama, dan kebijaksanaan hidup diturunkan kepada Istri dan anak-anak.

Oleh karena itu, rumah menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai sumber kedamaian dan tempat untuk bertumbuh bersama sebagai sebuah keluarga. Wismo mencerminkan tanggung jawab besar seorang lelaki Jawa untuk memastikan bahwa keluarga tetap berada dalam keadaan mapan, baik secara fisik maupun spiritual.

Baca Juga :   Jenis Retak Ini Bisa Melemahkan Bangunan! Ketahui Penyebab dan Solusinya

2. Gharwo / Istri sebagai Mitra Hidup

Gharwo, yang berarti istri dalam bahasa Jawa, merupakan pelengkap penting dalam kehidupan lelaki Jawa sejati. Bagi lelaki Jawa, istri tidak hanya sekadar pasangan hidup, tetapi juga sebagai teman sejati dalam menjalani perjalanan hidup. Lelaki Jawa sejati menganggap peran gharwo sebagai mitra yang harus dihormati, dihargai, dan diperlakukan dengan penuh kasih sayang.

Keberhasilan rumah tangga menurut pandangan Jawa sangat bergantung pada keharmonisan hubungan suami istri. Seorang lelaki Jawa sejati berkomitmen untuk menjaga dan melindungi istri serta menjadikan istri sebagai pendamping sejati dalam segala aspek kehidupan.

Tidak hanya dalam hal domestik, tetapi juga dalam menghadapi tantangan hidup. Gharwo adalah simbol dari dukungan dan kesetiaan yang tak tergoyahkan, dan seorang lelaki sejati memahami pentingnya hubungan yang penuh kepercayaan dan pengertian dalam kehidupan berumah tangga.

3. Turonggo / Kendaraan sebagai Simbol Perjalanan Hidup

Turonggo atau kendaraan merupakan teladan pelengkap lainnya dalam kehidupan lelaki Jawa sejati. Kendaraan bagi lelaki Jawa bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol dari perjalanan hidupnya. Dalam budaya Jawa, kendaraan bisa berupa kuda, sepeda, atau kendaraan modern lainnya, yang menjadi penanda bagi kemampuan lelaki untuk bergerak dan melangkah maju.

Seorang lelaki Jawa sejati memandang turonggo sebagai alat yang membantu mencapai tujuan hidup, baik itu dalam pekerjaan, mencari nafkah, maupun menjalani perjalanan spiritual.

Baca Juga :   Gerhana Bulan di Bulan Maulid Awal, Primbon Jawa: Pertanda Ujian dan Perubahan Besar

Kendaraan ini bukan hanya mencerminkan status, tetapi juga simbol dari kemampuan untuk bergerak maju dan menghadapi tantangan. Turonggo menggambarkan kesiapan lelaki Jawa untuk bertindak, untuk mencapai sesuatu, dan untuk terus berkembang dalam kehidupan yang dinamis.

4. Curigho: Senjata sebagai Alat Perlindungan

Curigho, atau senjata, adalah teladan simbol perlindungan dan kewibawaan. Dalam tradisi Jawa, senjata tidak hanya digunakan untuk bertempur, tetapi juga dianggap sebagai alat yang melambangkan keberanian, kehormatan, dan kewajiban untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Seorang lelaki Jawa sejati memandang senjata sebagai sarana untuk melindungi kehormatan dan nilai-nilai yang diyakininya.

Namun, senjata juga melambangkan kekuatan dalam menghadapi ujian hidup. Dalam makna yang lebih dalam, curigho bukan hanya senjata fisik, tetapi juga kekuatan batin, yaitu keberanian untuk bertindak dengan integritas dan mempertahankan prinsip-prinsip hidup yang luhur. Seorang lelaki Jawa sejati menganggap curigho sebagai simbol keberanian untuk berdiri teguh dalam keyakinan dan untuk menghadapi setiap tantangan dengan penuh wibawa.

Jika masyarakat jawa dulu curigo dimanifestasikan berupa keris, tombak pedang dan sebagainya namun, di era modern saat ini manifestasi tersebut merupakan tinggalan budaya yang perlu dilestarikan. Untuk mewujudkan manifestasi curigo saat ini bisa dengan berbagai media salah satunya dengan intelektual hukum yang mempuni, dan lain sebagainya.

5. Kukilo: Peliharaan sebagai Simbol Kasih Sayang

Kukilo atau peliharaan adalah elemen terakhir yang melengkapi kehidupan lelaki Jawa sejati. Peliharaan, seperti burung, kucing, ayam dan sebagainya, mencerminkan kasih sayang dan perhatian terhadap makhluk hidup lainnya. Lelaki Jawa sejati memandang kukilo sebagai pelengkap yang mengajarkan nilai kasih sayang, kesabaran, dan tanggung jawab.

Baca Juga :   Tradisi Asatan Sampean Baru Bondowoso: Ratusan Warga Berburu Ikan Gratis

Peliharaan juga melambangkan kedekatan seorang lelaki dengan alam dan kehidupan sekitar. Mereka memahami bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan makhluk hidup lainnya dengan penuh rasa hormat dan kasih. Kukilo mengajarkan untuk merawat dan menjaga makhluk hidup dengan penuh tanggung jawab, serta menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan hubungan dengan dunia luar.

Kesimpulan

Kelima pelengkap lelaki Jawa sejati—wismo, gharwo, turonggo, curigho, dan kukilo—merupakan bagian integral dari kehidupan yang saling melengkapi satu sama lain. Setiap elemen ini bukan hanya sekadar benda atau peran, tetapi memiliki makna yang mendalam dalam membentuk karakter, kewibawaan, dan keharmonisan seorang lelaki Jawa sejati. Seorang lelaki yang mampu memelihara rumahnya, menjaga hubungan dengan istrinya, bergerak maju dalam perjalanan hidup, melindungi yang ia cintai, dan berperilaku penuh kasih sayang kepada makhluk lain, adalah gambaran lelaki sejati dalam tradisi Jawa. Dengan menjalankan nilai-nilai ini, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang dihormati, tetapi juga memberikan teladan yang baik bagi generasi berikutnya.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id//

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp