Bondowoso, sinar.co.id,- Pasca libur tengah semester, Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Magdalena ABK Group Desa Tegal Pasir kembali beroperasi dengan menyuguhkan menu istimewa dalam realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada Kamis, (08/01/2026), seluruh sekolah dalam cakupan program disambut dengan sajian khas Indonesia, nasi kuning.
Menu kali ini menjadi perhatian tersendiri karena tidak hanya mengedepankan nilai gizi, tetapi juga mengangkat kekayaan kuliner Nusantara. Nasi kuning disajikan lengkap dengan lauk ayam crispy, tahu kecap sebagai lauk nabati, serta buah pisang sebagai penutup.
Penjelasan Ahli Gizi SPPG Magdalena
Ahli Gizi SPPG Magdalena ABK Group, Widi Pawesti, S.Tr.Gz, menjelaskan bahwa pemilihan menu tersebut dilakukan dengan pertimbangan gizi sekaligus pendekatan budaya dan selera anak-anak.
“Menu hari ini kami menggunakan nasi kuning dengan beberapa bahan seperti tomat dan sayuran. Lauk hewani kami menggunakan ayam crispy, lauk nabatinya tahu kecap, dan buahnya pisang,” ujar Widi.
Menurutnya, nasi kuning dipilih sebagai bentuk edukasi sekaligus pelestarian makanan khas Indonesia. Namun agar tetap menarik bagi siswa, menu tradisional tersebut dikombinasikan dengan ayam crispy yang digemari anak-anak.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa nasi kuning adalah makanan khas Indonesia, sehingga siswa tidak hanya kenyang dan bergizi, tetapi juga mengenal budaya kuliner bangsa. Ayam crispy kami pilih agar minat makan siswa meningkat dan makanannya bisa dihabiskan,” jelasnya.
Widi berharap menu tersebut dapat diterima dengan baik oleh para siswa dan memberikan pengalaman makan yang menyenangkan sekaligus bermakna.
“Harapannya siswa menerima menu ini dengan baik, menghabiskan makanan yang disajikan, dan mengetahui bahwa menu hari ini merupakan olahan khas Indonesia,” pungkasnya.
Program MBG sendiri terus digencarkan sebagai upaya pemenuhan gizi seimbang bagi pelajar, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak melalui asupan makanan sehat, aman, dan bercita rasa lokal.












