Bondowoso, sinar.co.id,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso memulai rangkaian Pra Musyawarah Anak Cabang (Pra-Musancab) yang berlangsung pada 4–7 Agustus 2026 di Kantor DPC PPP Bondowoso, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi menyeluruh guna memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sekaligus mempersiapkan kerja-kerja elektoral menghadapi Pemilu mendatang.
Musyawarah Anak Cabang (Musancab) merupakan agenda konsolidasi lima tahunan yang bertujuan memperkuat organisasi partai di tingkat akar rumput, memilih kepengurusan baru Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta menyusun program kerja yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Musancab Merajut Semangat Persatuan
Ketua DPC PPP Bondowoso, KH. Moh Hasan Abd Mu’iz, menegaskan bahwa semangat persatuan menjadi pesan utama dalam pelaksanaan Musancab tahun ini. Menurutnya, tidak boleh lagi ada sekat maupun kelompok-kelompok yang dapat melemahkan soliditas partai.
“Yang paling penting dalam Musancab ini adalah konsolidasi. Tidak boleh lagi ada faksi-faksi. Kita harus bersatu menjadi keluarga besar DPC PPP Bondowoso. Hanya dengan persatuan PPP bisa kembali menjadi partai yang besar,” tegasnya.
Ia mengingatkan, pengalaman pada Pemilu sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kader. Salah satu faktor yang menyebabkan PPP gagal memperoleh kursi di DPR RI adalah belum terbangunnya persatuan yang kuat di internal partai.
Karena itu, konsolidasi hingga tingkat ranting dan PAC menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh kader dalam mengemban amanah partai, sekaligus mengembalikan kejayaan PPP dan merebut kembali kursi di Senayan.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Timur, H. Arif Winarko, S.H., menjelaskan bahwa pelaksanaan Musancab merupakan amanat organisasi yang dilaksanakan maksimal tiga bulan setelah Musyawarah Cabang (Muscab).
“Musancab adalah kerja elektoral yang wajib dilaksanakan oleh seluruh DPC. Dalam mekanisme PPP, ini merupakan konsolidasi lima tahunan untuk menggali aspirasi kader dari tingkat paling bawah atau bottom-up, sekaligus menjaring kader-kader terbaik yang akan mengisi kepengurusan di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Menurut Arif, kepengurusan PAC yang terbentuk nantinya memiliki tugas strategis membangun organisasi hingga tingkat ranting sebagai ujung tombak perjuangan PPP di tengah masyarakat.
“Pengurus yang terbentuk akan bekerja membentuk ranting-ranting yang kuat. Mereka inilah yang akan menjadi pejuang PPP di Bondowoso. Target kita jelas, pada Pemilu mendatang PPP harus kembali ke parlemen,” katanya.
Arif juga mengaku optimistis melihat meningkatnya intensitas konsolidasi yang dilakukan hingga ke tingkat bawah. Ia menilai mulai tumbuh kembali semangat dan kerinduan masyarakat terhadap peran PPP sebagai partai yang selama ini dikenal memperjuangkan aspirasi umat.
“Alhamdulillah, dengan konsolidasi yang terus turun ke bawah, muncul nuansa romantisme perjuangan masa lalu. Masyarakat merindukan masa ketika PPP mampu membawa aspirasi umat ke parlemen. Karena itu, kami yakin jalan untuk kembali masuk parlemen bukan sesuatu yang sulit jika seluruh kader tetap solid dan bekerja bersama,” pungkasnya.
Melalui Pra-Musancab ini, PPP Bondowoso berharap mampu membangun organisasi yang lebih kokoh, melahirkan kepengurusan yang berkualitas, serta menghidupkan kembali semangat perjuangan partai dari tingkat kecamatan hingga desa sebagai fondasi menghadapi kontestasi politik mendatang.












