Scroll untuk membaca artikel
Politik

Megawati: Lidah Rakyat Indonesia Tak Boleh Terjajah Makanan Impor

579
×

Megawati: Lidah Rakyat Indonesia Tak Boleh Terjajah Makanan Impor

Sebarkan artikel ini
Megawati Soekarnoputri ingin semua pihak mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia dan tidak ingin masyarakat Indonesia terjajah dengan makanan impor.
Megawati Sukarno Putri tampak bersama wapres RI
Megawati Soekarnoputri ingin semua pihak mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia dan tidak ingin masyarakat Indonesia terjajah dengan makanan impor.
Megawati Sukarno Putri tampak bersama wapres RI

Jakarta, Sinar.co.id – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri ingin semua pihak mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia dan tidak ingin masyarakat Indonesia terjajah dengan makanan impor.

Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam pembukaan rakernas ke-IV PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (29/9/2023).

Megawati: Lidah Rakyat Indonesia Tak Boleh Terjajah Makanan Impor

Ketika menyampaikan pidato politik, dia mengutip keinginan ayahnya yang juga presiden pertama Soekarno alias Bung Karno soal kedaulatan pangan.

“Apa yang telah disampaikan oleh Bung Karno bahwa, dari lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor. Ini bisa menjadi bahan untuk kritik atas praksis ideologi di bidang pangan,” ujar Megawati.

Baca Juga :   AMIN Komitmen Setarakan Pembangunan Wilayah Daratan dan Kepulauan

Presiden ke-5 ini pun mengkritisi kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang seakan tergantung pada gandum impor.

Dia tidak sudah karena bea atau pajak masuk impor gandum ke Indonesia tercatat 0 persen.

“Saya juga minta tolong lagi sama Pak Presiden, saya dapat informasi dan itu tolong diperhatikan dan dilihat bahwa bea masuk impor gandum itu 0 persen.

Baca Juga :   Harlah PPP 51, DPC Bondowoso Optimis Menangkan Kontestasi Pemilu 2024

Saya bukannya anti gandum saya juga senang hamburger, mie, tetapi mengingat gandum tadi tidak bisa ditanam di sini,” ungkap Megawati.

Dia menekankan pentingnya bea yang tinggi untuk gandum agar tidak adanya ketergantungan kepada hasil pertanian yang sulit ditanam di Indonesia itu.

Padahal, Megawati mengatakan banyak sumber pangan lain untuk masyarakat Indonesia.

Bukankah kita memiliki 10 sumber pangan lainnya, yaitu hanjali, jagung, pisang, porang, sagu, singkong, sorgum, sukun, talas, dan ubi jalar.

Baca Juga :   Diversifikasi Pangan, Ganjar: Biar Yang Makan Papeda Tak Berubah

Yang tentunya kalau diolah dan di-back-up oleh BRIN kita ini maka, bisa mensubstitusi gandum.

“Sekiranya bea masuk bisa diterapkan dapat diterapkan dalam masa transisi maka dana yang ada bisa dipergunakan juga untuk menambah biaya riset terhadap produk substitusi gandum,” tegasnya

Megawati menambahkan penganekaragaman atau divertifikasi pangan masyarakat Indonesia juga perlu. Dia juga tidak ingin sumber pangan Indonesia hanya berasal dari beras.

Ikuti update berita terbaru di Google News sinar.co.id


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page