Scroll untuk membaca artikel
Artikel

Kapal Pinisi, Keindahan Warisan Budaya Indonesia

Redaksi
1442
×

Kapal Pinisi, Keindahan Warisan Budaya Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kapal Pinisi, yang hari ini muncul sebagai Google Doodle, bukan hanya sebuah kapal layar. Ini adalah simbol kekayaan sejarah Indonesia, terbangun dari kisah Sawerigading pada abad ke-14.
Animasi Kapal Pinishi to Bing

Terkini, Sinar.co.id,- Kapal Pinisi, yang hari ini muncul sebagai Google Doodle, bukan hanya sebuah kapal layar.

Ini adalah simbol kekayaan sejarah Indonesia, terbangun dari kisah Sawerigading pada abad ke-14.

Kapal Pinisi dibuat dengan kayu kokoh Walerengreng, kapal ini tumbuh menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan.

Saat Sawerigading memutuskan untuk membangun kembali kapalnya setelah terbelah di tengah laut, masyarakat setempat dari wilayah Ara, Tana Beru, dan Lemo-Lemo berkolaborasi untuk menciptakan kapal Pinisi yang lebih besar dan kokoh.

Baca Juga :   Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda, Ini Prediksi Tanggal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Nama “Pinisi” sendiri mengandung makna mendalam, yakni “kapal yang tangguh dan mampu melawan ombak.”

Status Kapal Pinisi to Unesco

Google Doodle mengabadikan momen kehormatan ketika UNESCO pada tahun 2017 mengakui Kapal Pinisi sebagai warisan budaya takbenda.

Hal ini memberikan penghargaan pada keahlian masyarakat Bulukumba dalam pembuatan kapal secara tradisional.

Namun, cerita Kapal Pinisi tidak berhenti di sini. Desain modern kapal Pinisi, yang dimulai pada tahun 1906, membawa inovasi dengan menggabungkan gaya tali-temali Eropa.

Baca Juga :   Manfaat Mengajak Anak-Anak Mencuci Mobil di Hari Minggu: Aktivitas Seru yang Penuh Nilai Edukatif dan Kebersamaan

Keputusan untuk menghilangkan tiang buritan di tengah membuat kapal lebih cepat dan efisien dalam mengangkut kargo.

Dengan panjang 20–35 meter, dua tiang layar segitiga, dan kemampuan mengangkut hingga 350 ton kargo, kapal Pinisi telah menjadi bagian vital dari kehidupan pesisir Indonesia.

Meskipun perkenalan mesin pada 1980-an memodernisasi sebagian kapal, warisan pembuatan kapal Sulawesi Selatan terus berkembang.

Baca Juga :   Jangan Coba-Coba Berbisnis dengan Narapidana, Kombes Tatan Keliling Lingkungan Lapas Jember

Artikel ini mengajak pembaca untuk menggali ke dalam keindahan dan signifikansi kapal Pinisi, memperkuat kebanggaan akan warisan maritim Indonesia yang terus berlanjut hingga hari ini.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id//

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp