Bondowoso, sinar.co.id,- Partai Gerindra Kabupaten Bondowoso menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas inisiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyalurkan 200 unit becak listrik gratis🏷️ kepada para pengayuh becak di Kabupaten Bondowoso.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Partai Gerindra Bondowoso, Setyo Budi, usai mengikuti seremoni penyerahan bantuan di Pendopo Raden Bagoes Asrah, Minggu (25/01/2026).
Gerindra Bondowoso: becak listrik gratis, bentuk kepedulian Presiden Prabowo
Menurut Setyo Budi, program becak listrik gratis🏷️ ini, merupakan bentuk kepedulian nyata Presiden Prabowo terhadap masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak yang sebagian besar merupakan lansia dan penyandang disabilitas.
“Kami dari Partai Gerindra Bondowoso sangat mengapresiasi langkah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini sangat membantu, terutama bagi pengayuh becak lansia dan difabel, karena meringankan beban fisik mereka dalam mencari nafkah,” ujarnya.
Setyo Budi berharap, program bantuan becak listrik ini tidak berhenti sampai di tahap awal, melainkan dapat berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas, khususnya dalam mendorong peningkatan ekonomi para pengayuh becak.
“Harapan kami ke depan ada keberlangsungan dan keberlanjutan program ini, sehingga dampaknya benar-benar terasa bagi peningkatan kesejahteraan pengayuh becak,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik Sudaryati Deyang, juga menyampaikan harapannya agar para pemangku kebijakan di Bondowoso dapat menginisiasi penyediaan charger becak listrik di titik-titik strategis, terutama di pangkalan-pangkalan becak.
Menanggapi hal tersebut, Setyo Budi menyatakan pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.
“Memang mayoritas pemegang becak listrik ini berada di wilayah perkotaan. Namun kami juga akan memikirkan bagaimana ke depan fasilitas serupa bisa menjangkau hingga tingkat kecamatan,” jelasnya.
Terkait penyediaan charger, Setyo Budi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat, namun tetap membuka ruang koordinasi lintas sektor agar fasilitas pendukung dapat tersedia secara bertahap.
Ia juga berpesan kepada para penerima bantuan agar memanfaatkan dan merawat becak listrik dengan baik, sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kalau dirawat dengan baik, tentu akan lebih memudahkan para pengayuh becak dalam mencari penghasilan sehari-hari dan meminimalkan kendala saat terjadi kerusakan,” katanya.
Sementara itu, Nanik Sudaryati Deyang menambahkan bahwa 200 unit becak listrik yang disalurkan tersebut masih dilengkapi garansi selama dua tahun. Apabila terjadi kerusakan selama masa garansi, pemilik becak dapat menghubungi Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Program becak listrik gratis ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendukung transportasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sektor transportasi rakyat di daerah.












