Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Drainase Meluap hingga Rendam Ratusan KK di Kecamatan Cermee

Redaksi
125
×

Drainase Meluap hingga Rendam Ratusan KK di Kecamatan Cermee

Sebarkan artikel ini
drainase
jajaran petugas BPBD Bondowoso saat lakukan penanganan awal bencana banjir (11/01)

Bondowoso, sinar.co.id,- Luapan air dari saluran drainase dan irigasi anak Sungai Sampean Baru menggenangi persawahan, permukiman warga, hingga mengganggu arus lalu lintas.

Hal tersebut dipicu Intensitas hujan yang tinggi pada Minggu (11/1/2026) menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso.

Bencana banjir yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB hingga 18.30 WIB itu, dilaporkan warga ke BPBD Bondowoso pada pukul 19.30 WIB. Merespons laporan tersebut, tim BPBD bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi terdampak untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.

Drainase Alami Pendangkalan

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristiyanto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa, hasil asesmen Pusdalops-PB menemukan penyebab utama banjir adalah luapan air dari saluran irigasi / drainase yang mengalami pendangkalan.

Baca Juga :   Sering Harumkan Nama Baik Kabupaten, Kades Kalianyar – Ijen, Merasa Minim Suport Non Uang Dari Pemkab Bondowoso

“Debit air meningkat akibat curah hujan cukup tinggi. Saluran irigasi dari anak Sungai Sampean Baru tidak mampu menampung air sehingga meluap ke area persawahan dan permukiman,” jelasnya.

Sedikitnya empat desa terdampak dalam kejadian ini, yakni Desa Cermee, Desa Suling Kulon, Desa Ramban Wetan, dan Desa Grujugan. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar 25 sentimeter.

Di Desa Ramban Kulon, tepatnya di RT 13, tanggul air di jembatan dilaporkan jebol, sehingga memperparah luapan air ke rumah warga dan area persawahan. Selain itu, satu pagar fasilitas umum Madrasah Ibtidaiyah juga mengalami kerusakan akibat terjangan air.

Baca Juga :   Kabar Sekda Bondowoso Minta Jatah BOP, Kominfo Nyatakan Bukan Katagori Hoax

Banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Pasar Cermee, Jalan Desa Widuri–Cermee, jalan menuju Dusun Bercak dan Dusun Kladi, serta beberapa dusun padat penduduk seperti Dusun Ambunten, Krajan 1 dan 2, hingga Dusun Kota dan Kampung Baru. Di Desa Cermee saja, ratusan kepala keluarga terdampak, dengan rincian Dusun Kota 252 KK, Dusun Kampung Baru 373 KK, dan Dusun Madya 250 KK.

Meski berdampak cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Penanganan darurat melibatkan BPBD Bondowoso, Muspika, PMI, relawan, B.P 13.11, serta warga setempat. Tim TRC-PB melakukan evakuasi pohon tumbang menggunakan chainsaw, penyedotan air di rumah warga dan TK Pertiwi, serta pengamanan lokasi terdampak.

Baca Juga :   LBH dan LSM BIN Dukung Polres Jember Berantas Oknum LSM dan Ormas Pelaku Pungli

“Sebanyak 12 personel kami turunkan. Alhamdulillah, pada pukul 18.30 WIB debit air berangsur surut dan rumah-rumah warga yang tergenang sudah berhasil ditangani,” tambah Kristiyanto.

BPBD Bondowoso saat ini telah melaporkan kondisi lapangan kepada pimpinan untuk menentukan rencana tindak lanjut, termasuk normalisasi saluran air guna mencegah kejadian serupa terulang.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp