Scroll untuk membaca artikel
Politik

Zeiniye Minta Pemerintah Bondowoso Rangkul Pendukung dan Nonpendukung, Jangan Ada Sekat Politik

Redaksi
877
×

Zeiniye Minta Pemerintah Bondowoso Rangkul Pendukung dan Nonpendukung, Jangan Ada Sekat Politik

Sebarkan artikel ini
Zeiniye

Bondowoso, sinar.co.id,- Membangun daerah di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah pun diharapkan tidak hanya merangkul kelompok yang berada di barisan pendukungnya, tetapi juga membuka ruang bagi pihak-pihak yang berbeda pilihan politik.

Pesan tersebut disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hj. Zeiniye, S.Ag., M.E., saat menginisiasi sosialisasi bertema *Membangun Toleransi untuk Menguatkan Persatuan Bangsa* di Grand Padis Hotel Bondowoso, Minggu (18/10/2026).

Di hadapan ratusan peserta yang mewakili berbagai elemen masyarakat, Zeiniye menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama tanpa dibatasi perbedaan pilihan politik. Menurutnya, seluruh pihak memiliki kepentingan yang sama, yakni mendorong kemajuan Bondowoso.

Ia menyinggung dinamika politik setelah Pilkada yang dinilainya perlu diikuti dengan langkah nyata untuk menyatukan kembali berbagai kelompok masyarakat.

“Bagaimana ke depan pemerintah bisa merangkul seluruh elemen, baik pendukung maupun nonpendukung. Bersama-sama untuk memajukan Bondowoso,” ujar Zeiniye.

Baca Juga :   Seluruh Kader PPP Bondowoso Terima Titah Menangkan Paslon Bagus

Menurutnya, perbedaan dukungan politik semestinya tidak menjadi penghalang bagi pemerintah untuk mengajak seluruh komponen masyarakat terlibat dalam pembangunan. Justru, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan dengan dukungan yang lebih luas.

Zeiniye menilai, tantangan ekonomi yang dihadapi daerah saat ini membuat pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pendidikan, pemuda, perempuan, hingga unsur partai politik.

Zeiniye: Toleransi Jadi Modal Menarik Investasi

Selain menyampaikan pentingnya merangkul seluruh kelompok, Zeiniye juga mengingatkan bahwa toleransi dan kondusivitas daerah memiliki kaitan erat dengan upaya meningkatkan perekonomian.

Ia melihat Bondowoso memiliki karakter sosial dan kultural yang relatif serupa dengan Situbondo. Keduanya memiliki kekuatan pondok pesantren, tokoh agama, serta kearifan lokal yang dapat menjadi modal untuk membangun kebersamaan.

Namun, potensi tersebut perlu disinergikan dengan kekuatan kelompok masyarakat lainnya agar menjadi energi bersama dalam pembangunan daerah.

Baca Juga :   Hilang 3 Hari, Pemancing Akhirnya Ditemukan Mengambang di Sungai Bosamba

Menurut Zeiniye, kondisi fiskal yang menghadapi tekanan menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan. Ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat perlu diimbangi dengan upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menarik investasi.

Ia menyebut, pengurangan kapasitas fiskal akibat kebijakan efisiensi juga dirasakan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, daerah perlu mencari terobosan agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.

“Menarik investor itu bukan pekerjaan yang mudah. Maka, kondusivitas dan membangun jaringan dengan seluruh elemen menjadi penting agar semuanya sama-sama mendukung kehadiran investor di Bondowoso,” jelasnya.

Zeiniye menegaskan, iklim investasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh potensi ekonomi dan kemudahan usaha, tetapi juga suasana daerah yang aman, harmonis, serta mampu menghargai keberagaman.

Libatkan Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan

Sosialisasi tersebut melibatkan sejumlah unsur masyarakat, mulai dari kiai, ibu nyai, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, pengurus partai politik, hingga kepala sekolah dan pengasuh pondok pesantren.

Baca Juga :   Gus Fawait : PKB adalah Rumah Pertama Saya Mengenal Politik

Pelibatan berbagai kelompok itu diharapkan membuat pesan toleransi tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi diteruskan ke lingkungan dan komunitas masing-masing.

Zeiniye berharap setiap peserta dapat menjadi penggerak kebersamaan dengan mengajak masyarakat menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta menghindari sekat-sekat yang berpotensi menghambat pembangunan.

Baginya, membangun Bondowoso dalam situasi ekonomi yang menantang membutuhkan kesediaan semua pihak untuk duduk bersama, menyamakan tujuan, dan mengesampingkan perbedaan yang tidak produktif.

Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran penting untuk membuka ruang kolaborasi tersebut. Dengan merangkul pendukung maupun nonpendukung, potensi masyarakat dapat dihimpun menjadi kekuatan bersama untuk mendorong kemajuan Bondowoso.

Sebab, pembangunan daerah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan pekerjaan bersama yang membutuhkan kepercayaan, toleransi, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

 

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp