Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Jalan Letnan Rantam Digali, Dua Bulan Tak Kunjung Diaspal: Warga Poncogati Ancam Uruk Sendiri

Redaksi
1602
×

Jalan Letnan Rantam Digali, Dua Bulan Tak Kunjung Diaspal: Warga Poncogati Ancam Uruk Sendiri

Sebarkan artikel ini
rantam

Bondowoso, sinar.co.id,- Proyek rekonstruksi Jalan Letnan Rantam, Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, menuai keluhan warga. Ruas jalan yang lapisan aspalnya telah dikupas justru disebut tak kunjung mendapat penanganan lanjutan selama hampir dua bulan.

Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus ekstra waspada. Selain dikeluhkan karena disebut menyebabkan kerusakan kendaraan, sejumlah warga juga mengaitkan kondisi jalan itu dengan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di lokasi.

Yusuf, salah seorang warga setempat, mengatakan galian jalan tersebut sudah berlangsung sekitar dua bulan. Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat pekerjaan pengaspalan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Kekesalan warga bahkan terekam dalam sebuah video yang beredar di sejumlah kanal media sosial. Dalam rekaman tersebut, Yusuf secara terbuka mempertanyakan kelanjutan proyek kepada Bupati Bondowoso.

Dengan bahasa Madura, ia bahkan menyampaikan bahwa warga siap mengambil tindakan sendiri apabila pekerjaan tersebut tidak segera dilanjutkan.

Baca Juga :   Banjir Lereng Argopuro Bondowoso, Bukan Hanya Faktor Intensitas Hujan Tinggi

Ini jalan di timur kecamatan mau dikerjakan apa tidak? Kalau tidak mau dikerjakan, mau diurug tanah. Ini sudah banyak korbannya. Ada yang gagar otak, orang Koncer. Daripada tidak digarap dan menelan korban terus, kan lebih baik diurug,” ujarnya.

Keluhan serupa juga muncul dari netizen dalam unggahan video tersebut. Salah satu pengguna media sosial mempertanyakan alasan penggalian dilakukan lebih dahulu apabila pengaspalan belum bisa segera dilaksanakan.

Kan kasihan masyarakat jadi terkena dampak,” tulisnya dalam komentar yang beredar.

Pengaspalan Jalan Letnan Rantam Menunggu Antrean AMP

Keluhan warga tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori.

Ia mengakui telah berkomunikasi dengan kontraktor pemenang tender pekerjaan jalan tersebut dan meminta agar pengaspalan segera dilakukan.

Baca Juga :   Drainase Meluap hingga Rendam Ratusan KK di Kecamatan Cermee

Saya sudah menghubungi kontraktornya, Mas. Tidak segera diaspal karena menunggu antrean AMP-nya (Asphalt Mixing Plant),” kata Ansori singkat.

Ansori menyebut proyek tersebut menggunakan sumber anggaran APBD 2026.

Sementara berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Rekonstruksi Jaringan Jalan Letnan Rantam dengan sumber anggaran Opsen PKB senilai Rp477.132.909.

Pekerjaan tercatat dilaksanakan oleh CV Hikmal Mandiri, sedangkan konsultan pengawas adalah CV Archigo Consultant.

Lubang Membentang Sekitar Satu Kilometer di sisi Barat Jalan Letnan Rantam

Pantauan di lokasi menunjukkan lapisan aspal telah dikupas pada sejumlah titik dengan ukuran yang bervariasi. Galian tersebut disebut memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 15 sentimeter dan membentang kurang lebih satu kilometer.

Kondisi inilah yang menjadi sorotan warga. Di satu sisi, proyek rekonstruksi diharapkan dapat memperbaiki kualitas jalan. Namun di sisi lain, selama lapisan jalan belum dikembalikan, pengguna jalan harus menghadapi permukaan jalan yang tidak lagi dalam kondisi normal.

Baca Juga :   Tasyakuran Harlah PPP, KH Salwa Arifin Harapkan Ada Langkah Maslahah

Bagi warga, persoalannya bukan sekadar soal kapan aspal baru akan digelar. Mereka mempertanyakan aspek keselamatan selama jeda antara pengupasan aspal dan pekerjaan lanjutan.

Ancaman warga untuk menguruk sendiri galian jalan menjadi sinyal bahwa persoalan tersebut mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kini, perhatian publik tertuju pada satu hal: kapan Jalan Letnan Rantam kembali layak dilalui tanpa membuat warga waswas?

Sebab bagi pengguna jalan, menunggu antrean AMP bukan sekadar persoalan teknis proyek. Selama jalan masih dalam kondisi terbuka dan belum ditangani, masyarakatlah yang setiap hari harus melewati risikonya.

 

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp