Scroll untuk membaca artikel
Investigasi

Heboh, Biduanita Dangdut di Jember Laporkan Pemilik Grup Musik atas Dugaan Pelecehan Seksual

Redaksi
489
×

Heboh, Biduanita Dangdut di Jember Laporkan Pemilik Grup Musik atas Dugaan Pelecehan Seksual

Sebarkan artikel ini
dangdut
Biduanita Dangdut saat layangkan laporan ke SPKT Polres Jember

Jember, sinar.co.id, Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencuat dan menyita perhatian publik, kali ini terjadi kepada biduan penyanyi dangdut di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.

Seorang biduanita muda dangdut lokal inisial DF, resmi melaporkan tindakan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh DY, seorang pemilik grup musik “Contang Nada” asal Sumuran, Ajung, Jember.

Laporan tersebut dilayangkan ke Kepolisian Resor (Polres) Jember pada Senin siang, 21 April 2025.

Dengan mengenakan busana putih dan kerudung yang menutupi kepalanya, DF datang dengan langkah tegas namun, raut wajah yang masih menyiratkan trauma mendalam.

Ia didampingi kuasa hukumnya, Achmad Faiz serta, beberapa rekan dan anggota keluarga yang terus memberikan dukungan moral sejak awal kasus ini mencuat ke permukaan publik

Latar Belakang Biduanita Dangdut Hingga Tempuh Jalur Hukum 

Achmad Faiz dalam keterangannya kepada awak media menyatakan bahwa, pelaporan kepada pihak berwajib ini dilakukan setelah pihak korban merasa tidak mendapatkan itikad baik dari terduga pelaku.

Menurutnya, tidak ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan maupun permintaan maaf yang menunjukkan tanggung jawab dari pihak DY, yang justru memilih untuk bungkam dan menghindar.

“Klien kami sudah memberikan waktu dan ruang agar pihak terduga pelaku bisa menunjukkan itikad baik. Tapi, hingga saat ini tidak ada upaya komunikasi atau inisiatif apapun dari DY maupun pihak manajemen grup musiknya. Oleh karena itu, kami memilih menempuh jalur hukum,” tegas Faiz.

Baca Juga :   Satgas Satu Rumah Ungkap Skandal Rekrutmen Non-ASN di Jember: Dugaan Pelanggaran UU dan Transaksi Politik Terkuak!

Peristiwa yang dialami DF terjadi pada Jumat, 18 April 2023, saat ia sedang menjalankan profesinya sebagai penyanyi panggilan di sebuah acara pernikahan yang digelar di Ajung, Jember.

Di tengah jeda pertunjukan, secara tiba-tiba pelaku menarik korban ke area kamar mandi yang berada di dekat lokasi acara.

Dalam kondisi yang tidak diduga, pelaku diduga melakukan aksi pelecehan seksual dengan mencium paksa, memeluk, meraba bagian dada hingga, mencoba membuka pakaian dalam korban.

DY bahkan diduga membuka alat kelaminnya, berusaha melakukan pemerkosaan. Meski mengalami keterkejutan dan ketakutan luar biasa, DF berhasil memberontak dan mendorong pelaku sebelum akhirnya berhasil melarikan diri.

Akibat insiden itu, DF mengalami trauma psikologis dan sempat mengalami gangguan sikis hingga susah tidur serta, ketakutan untuk kembali tampil di atas panggung.

Ia kemudian menceritakan kejadian itu kepada rekan-rekannya sesama penyanyi bahkan, menunjukkan rekaman video yang diambil sesaat setelah kejadian, yang memperlihatkan kondisinya yang masih terguncang.

Keberanian DF untuk menceritakan kasus ini ke publik menjadi langkah awal yang akhirnya membawanya ke ranah hukum.

Laporan dan Bukti-Bukti yang Dihimpun

Dalam proses pelaporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember, DF dan kuasa hukumnya menyerahkan sejumlah barang bukti yang dinilai cukup kuat untuk mendukung dugaan tindak pidana tersebut.

Baca Juga :   Mediasi Gagal Total, Pegawai BPN Aktif Digugat Janda Usai Pungut Biaya PTSL dan Ingkar Janji Nikah

Meskipun rincian barang bukti tidak diungkap secara publik, pihak kuasa hukum menyatakan bahwa, bukti-bukti tersebut mencakup rekaman visual, komunikasi digital serta, keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Kami sudah menyiapkan bukti yang sah dan kredibel. Kami percaya aparat penegak hukum akan memproses laporan ini secara serius dan adil. Ini bukan hanya soal keadilan untuk DF, tapi juga bentuk peringatan bahwa tindakan pelecehan seksual tidak bisa dibiarkan,” kata Faiz.

Dukungan dan Pemulihan Psikologis

Saat ini, DF masih dalam proses pemulihan kondisi psikologis. Pihak keluarga menyebutkan bahwa korban sempat mengalami depresi ringan akibat tekanan mental pasca insiden.

Namun dengan dukungan dari keluarga, sahabat serta, komunitas sesama penyanyi, ia perlahan mulai bangkit dan memperjuangkan keadilan.

“Kami terus memberikan pendampingan psikologis dan memastikan DF tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Ia adalah korban dan layak mendapatkan perlindungan serta keadilan dari sistem hukum kita,” ujar salah satu kerabat dekat DF.

Reaksi Publik dan Seruan Keadilan

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Jember, khususnya kalangan seniman dan musisi daerah.

Beberapa organisasi perempuan dan aktivis hak asasi manusia juga mulai menyuarakan dukungan terhadap DF dan mendesak agar aparat kepolisian segera menangani kasus ini dengan profesionalisme dan kecepatan.

Baca Juga :   Pemkab Jember Diam? Pabrik Ilegal di Sukokerto Langgar Kesepakatan Resmi, Warga Merana Menanti Perlindungan Negara!

Sejumlah aktivis bahkan merencanakan aksi damai di depan Polres Jember sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kekerasan seksual dan sebagai tekanan moral agar tidak ada lagi korban yang terbungkam karena takut akan stigma sosial.

Pihak Terduga Pelaku Masih Bungkam

Hingga berita ini diterbitkan, DY sebagai pihak terlapor belum memberikan pernyataan resmi ataupun tanggapan terkait laporan tersebut.

Upaya awak media untuk mengonfirmasi melalui pihak manajemen grup musik “Contang Nada” juga belum membuahkan hasil. Nomor kontak yang biasa digunakan DY juga tidak aktif.

Polres Jember sendiri melalui Humas-nya menyatakan telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan pendalaman awal atas informasi dan bukti-bukti yang diberikan.

Pihak penyidik disebut telah menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi untuk dimintai keterangan dalam waktu dekat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindakan kekerasan seksual masih menjadi ancaman nyata, bahkan dalam lingkungan profesi yang seharusnya menjadi ruang aman dan produktif.

Keberanian DF melaporkan kejadian ini patut diapresiasi, karena bukan hanya demi keadilan untuk dirinya sendiri, tapi juga membuka jalan bagi korban-korban lain agar tak lagi bungkam.

Masyarakat kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum, demi menjamin bahwa keadilan bisa ditegakkan tanpa memandang status dan kekuasaan pelaku.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp