Bondowoso, Sinar.co.id,- Tiga hari tersiar hilang, nenek Juti (74) akhirnya ditemukan hidup oleh penggembala sapi dalam kondisi lemas dan berhasil diefakuasi oleh tim gabungan dari lokasi hutan sengon milik KRBH Brebes dusun Paterongan, desa Walidono, kecamatan Prajekan, Bondowoso pada Rabu, (08/05/2024) sekitar jam 14:49 Wib.
Diketahui, Nenek Juti merupakan warga dusun Loji, Rt.19/05, desa Walidono, kecamatan Prajekan, Bondowoso yang hilang sejak Sabtu, 4 Mei 2024 sekitar jam 10:00 wib.
Dari release pihak jajaran satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Nenek Juti terakhir sebelum hilang sempat berpamitan kepada cucunya hendak mengambil buah belimbing di ladang tak jauh dari kediamannya.
Masih di hari yang sama, sebelum dinyatakan hilang, sekitar jam 13.00 Wib, Nenek Juti masih terlihat beraktifitas di semak belukar sekitaran hutan jati oleh Saksi warga setempat.
Setelah dilaporkan hilang sejumlah tim gabungan bersama masyarakat setempat mencari keberadaan sang Nenek 74 tahun namun, hingga Selasa, 7 Mei 2024 Nenek Juti belum juga ditemukan.
Kronologis Ditemukannya Nenek Juti
Baru pada Rabu 8 Mei 2024, korban berhasil ditemukan secara tidak sengaja oleh tiga orang penggembala sapi di hutan sengon. Mendengar ada suara mengadu kemudian, dilihat ternyata ada orang yang sedang dicari sudah dalam kondisi lemas.
Kemudian, korban di tandu menggunakan bambu setelah sampai di cekdam bertemu petugas gabungan yang sedang melakukan pencarian untuk selanjutnya berhenti dan korban diberi roti serta air minum.
Setelah dirasa korban mulai membaik, delanjutnya tim kesehatan Puskesmas Prajekan datang dan dilakukan pengecekan kesehatan serta di infus hingga korban langsung dibawa ke Puskesmas Prajekan untuk mendapatkan perawatan.
Himbauan Kasatpol PP Bondowoso
Disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bondowoso, Slamet Yantoko, pihaknya merasa bersyukur atas ditemukannya korban masih dalam kondisi hidup.
“Alhamdulillah kegiatan pencarian orang hilang sudah ditemukan dipimpin oleh Basarnas ada BPBD, Damkar, Satpol PP forum MK serta masyarakat,” terangnya.
Slamet Yantoko juga menghimbau kepada segenap masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan bekerja di ladang maupun dalam aktifitas lainnya.
“Bagi lansia atau anak-anak dapatnya tetap dalam perhatian keluarga terdekat. Semoga semuanya sehat dan menjadi amal ibadah bagi para petugas yang mencari bu Juti di lapangan,” pungkasnya.












