Scroll untuk membaca artikel
Pendidikan

Serentak Se-Jatim, Sekolah di Jember dan Lumajang Gelar Gerakan Satu Jam Bersih-Bersih

Redaksi
14
×

Serentak Se-Jatim, Sekolah di Jember dan Lumajang Gelar Gerakan Satu Jam Bersih-Bersih

Sebarkan artikel ini
serentak

Jember, sinar.co.id,- Semangat menjaga lingkungan menggema serentak di dunia pendidikan. Seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Jember kompak melaksanakan Gerakan Satu Jam Bersih-Bersih, Jumat (6/2/2026).

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari arahan “Jawa Timur Kompak Bergerak” yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dalam satu jam penuh, siswa, guru, dan tenaga kependidikan bahu-membahu membersihkan ruang kelas hingga lingkungan sekolah, menciptakan suasana belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.

Kegiatan Serentak

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan serentak oleh seluruh SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur dan telah dilaporkan pelaksanaannya.

Baca Juga :   PTUN Menanti? Pabrik Padi PB. Sumber Tani Jaya Nekat Beroperasi Tanpa UKL-UPL dan Izin Lingkungan Sah

Ia juga mendorong sekolah untuk membagikan momen kebersamaan tersebut melalui media sosial sebagai upaya menularkan semangat positif menjaga kebersihan.

“Gerakan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi bagian dari penguatan budaya sekolah yang rapi, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini sekaligus sejalan dengan komitmen zero waste, termasuk pengurangan sampah plastik sekali pakai melalui pembiasaan penggunaan tumbler di lingkungan sekolah.

Tak hanya di Jember, gerakan serupa juga berlangsung di Kabupaten Lumajang. Kepala SMAN 1 Lumajang, Agus Wibisono, menuturkan bahwa kegiatan bersih lingkungan telah menjadi agenda rutin setiap Jumat di sekolahnya. Ia menegaskan kesiapan sekolah mendukung penuh program Cabdin dan Dindik Jatim.

Baca Juga :   Heboh, Biduanita Dangdut di Jember Laporkan Pemilik Grup Musik atas Dugaan Pelecehan Seksual

“Kami siap melaksanakan dan menguatkan program ini secara berkelanjutan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Lumajang, Susie Harini. Menurutnya, program resik-resik sekolah menjadi sarana pembiasaan karakter siswa agar peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar.

Sementara itu di Wilayah Jember, antusiasme sekolah juga terlihat jelas. Kepala SMKN 3 Jember, Widiwasito, menyebutkan bahwa kegiatan bersih lingkungan telah lama menjadi rutinitas sekolahnya.

“Kebersihan adalah bagian dari iman. Kami ingin sekolah yang asri, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :   KLHK Ingatkan Tambang Untuk Reklamasi Lahan

Komitmen menjaga lingkungan juga ditunjukkan SMAN Kencong. Kepala sekolah Adri Sulistiyono menjelaskan, siswa tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga dibimbing memilah dan mendaur ulang sampah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Edukasi lingkungan tersebut menjadi agenda rutin setiap Jumat.

Melalui Gerakan Satu Jam Bersih-Bersih, sekolah-sekolah di Jawa Timur tidak hanya menanamkan budaya bersih, tetapi juga menegaskan komitmen kolektif menjaga kelestarian bumi, dimulai dari lingkungan sekolah.

 

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp