Scroll untuk membaca artikel
Opini

Rantas Diharapkan Tak Sekadar Tagline, Anggota DPRD Dorong Manuver Jemput Anggaran Pusat

Redaksi
364
×

Rantas Diharapkan Tak Sekadar Tagline, Anggota DPRD Dorong Manuver Jemput Anggaran Pusat

Sebarkan artikel ini
rantas
Angota DPRD F-PPP Kabupaten Bondowoso, Ahmadi

Bondowoso, sinar.co.id,- Program Ruas Jalan Tuntas (Rantas) yang digagas Bupati Bondowoso, Ra Hamid, mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Ahmadi, menilai program tersebut menjadi harapan besar masyarakat untuk mengatasi persoalan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Rantas Janji Kampanye

Menurut Ahmadi, program Rantas merupakan inisiasi langsung Bupati Ra Hamid yang juga menjadi bagian dari visi-misi serta janji politik pasangan Rahmad saat masa kampanye. Karena itu, kehadiran program tersebut disambut positif oleh masyarakat yang sudah lama menantikan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah Bondowoso.

“Program ini seperti angin syurga bagi masyarakat Bondowoso. Sudah cukup lama mayoritas ruas jalan di daerah ini kondisinya rusak dan membutuhkan perhatian serius,” ujarnya.

Baca Juga :   Bapenda Bondowoso Jemput Bola Gali Potensi Pajak, Wajib Pajak Disebut Sahabat Pembangunan

Ia menjelaskan, dukungan terhadap program tersebut tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari kalangan legislatif. Banyak anggota DPRD yang selama ini menerima aspirasi warga terkait kerusakan jalan ikut mendorong realisasi program Rantas.

Bahkan, kata Ahmadi, sejumlah anggota dewan berkomitmen mengalokasikan minimal 80 persen dari program pokok-pokok pikiran (pokir) mereka untuk mendukung perbaikan infrastruktur jalan.

“Saya yakin inisiasi program ini lahir dari keinginan luhur bupati untuk segera menuntaskan persoalan jalan di Bondowoso,” katanya.

Namun demikian, Ahmadi menilai semangat besar tersebut perlu diimbangi dengan langkah yang lebih agresif dalam mencari sumber pembiayaan pembangunan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga :   Calon Ketua Kopri Sebut Jatim Dalam Krisis Ekologis 

Ia menyebutkan, kemampuan APBD Bondowoso saat ini berada di kisaran Rp2 triliun, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp300 miliar. Sementara itu, alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026 hanya sekitar Rp50 miliar.

Dengan anggaran tersebut, lanjutnya, pemerintah daerah diperkirakan hanya mampu memperbaiki sekitar 25 kilometer jalan.

“Padahal total jalan yang rusak di Bondowoso diperkirakan mencapai sekitar 500 kilometer,” jelasnya.

Karena itu, Ahmadi mendorong agar pemerintah daerah melakukan langkah strategis dengan manuver ‘jemput bola’ ke pemerintah pusat, baik melalui kementerian terkait maupun skema pendanaan lainnya.

Baca Juga :   Pendataan Ulang Toko Modern Bondowoso untuk Pemutakhiran Data Pajak

Menurutnya, jika hanya mengandalkan APBD, maka penyelesaian persoalan jalan rusak di Bondowoso akan membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Artinya, kalau hanya mengandalkan APBD, sampai tiga periode masa jabatan bupati pun, persoalan jalan rusak di Bondowoso tidak akan pernah tuntas. Siapa pun bupatinya,” tegas Ahmadi.

Ia berharap program Rantas tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata yang mampu mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Bondowoso.

“Tagline Rantas sangat menjanjikan. Masyarakat berharap besar program ini benar-benar terwujud sesuai semangatnya, yaitu Ruas Jalan Tuntas,” pungkasnya.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp