Scroll untuk membaca artikel
Artikel

Psikologi Rumah Tangga: “Prilaku Istri Tergantung Pada Suaminya”.

Redaksi
1289
×

Psikologi Rumah Tangga: “Prilaku Istri Tergantung Pada Suaminya”.

Sebarkan artikel ini
istri
foto by Red.

Artikel, sinar.co.id,- Seorang teman pernah bercerita tentang kisah hidupnya bersama istri yang penuh gejolak. Ia merasa pernikahannya yang pertama penuh tekanan. Ia mengeluh bahwa istrinya semakin hari semakin egois dan kasar. Pertengkaran menjadi rutinitas, seolah kedamaian tak pernah hadir di rumah tangga mereka.

Akibat dari konflik yang terus-menerus, ia mulai mencari pelarian. Dalam proses itu akhirnya, ia menjalin hubungan dengan wanita lain. Tak terelakkan, pernikahannya berakhir dengan perceraian. Tak lama setelah itu, ia menikahi wanita yang menjadi tempat pelariannya. Ironisnya, mantan istrinya pun juga segera menikah lagi.

Pernikahan baru teman saya ini awalnya tampak berjalan mulus. Walau belum memiliki anak, hubungan mereka terlihat harmonis. Namun seiring berjalannya waktu, situasi perlahan berubah.

Istrinya yang baru mulai menunjukkan sisi lain: lebih sering bersikap dingin dan enggan mengurus rumah tangga. Ia harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Pertengkaran kembali menjadi bagian dari keseharian.

Baca Juga :   Bolehkah Tinggalkan Shalat Jumat Jika Sudah Shalat Idul Adha ?

Ia mulai merasa putus asa. Dalam pikirannya, ia selalu bernasib buruk dalam memilih pasangan. Keluhan demi keluhan keluar dari mulutnya, hari demi hari.

Hingga suatu malam, saat menghadiri sebuah jamuan makan malam, secara tidak sengaja ia bertemu dengan suami baru mantan istrinya. Awalnya, mereka hanya saling menyapa dingin. Tapi segelas minuman mencairkan suasana, dan percakapan pun dimulai.

Rasa penasaran membuatnya tak tahan untuk bertanya, “Bagaimana kehidupan rumah tanggamu?”
Dengan tenang dan mata yang jernih, pria itu menjawab, “Istriku sangat luar biasa. Dia lembut, penuh perhatian, setia, dan tidak pernah mengeluh. Ia merawat rumah, menyayangi keluargaku, dan menghormati semua orang. Aku sangat bersyukur memilikinya.”

Temanku tertegun. Dalam benaknya muncul tanda tanya besar—apakah itu benar? Bagaimana bisa wanita yang dulu ia tinggalkan disebut sedemikian istimewa?

Beberapa hari kemudian, saat berbelanja di supermarket, ia tanpa sengaja melihat mantan istrinya bersama suami barunya. Mereka tampak begitu akrab dan bahagia. Ia menyaksikan senyum lebar di wajah mantan istrinya, serta pelukan hangat dari suaminya. Saat itu, ia menyadari sesuatu.

Baca Juga :   Release Akhir Tahun 2025, Kejari Bondowoso Beber Deretan Kasusu Dugaan Korupsi

Mungkin selama ini bukan tentang siapa yang menjadi pasangan kita, tapi tentang bagaimana kita memperlakukan pasangan tersebut. Apa yang kita tanam dalam hubungan, itulah yang akan kita tuai. Dan cinta yang tulus hanya akan tumbuh jika dipelihara dengan kesabaran, pengertian, dan rasa hormat.

Ketika Masalah Bukan pada Pasangan Istri, Tapi pada Cara Kita Mencintai

Sebenarnya dalam berbagai situasi istri berubah menjadi bidadari atau menjadi nenek sihir, semua tergantung pada laki-laki yang menjadi panutannya.
Saat seorang wanita memutuskan untuk menikah, dia juga memutuskan untuk hidup bahagia bersama suaminya.

Bahkan dalam pernikahan, kesabaran adalah sebuah kebajikan, tetapi di mana ada cinta di situ ada toleransi.
Saat kamu merasa tidak puas dengan wanitamu, dia bahkan tidak peduli lagi.
Jadi, jika kamu menginginkan wanita yang baik seperti malaikat, perlakukan dia terlebih dahulu seperti malaikat.

Baca Juga :   Teladan Jawa, Kesejatian Seorang Pria Dengan 5 Pelengkap

Karena semua wanita di dunia yang sudah menjadi “istri orang” berpotensi menjadi bidadari.
Saat kamu bisa melakukannya dengan baik, kamu akan menyadari bahwa mengubah sikapmu dapat membentuk malaikat yang sempurna.

Cinta wanita timbul karena cinta pria. Kebencian wanita timbul karena kebohongan pria. Keluhan wanita timbul akibat kedinginan pria. Kebahagiaan wanita timbul dari kehangatan pria. Kecantikan seorang wanita muncul ketika seorang pria dimanja. Kerusakan wanita adalah hutang pria.

Wanita itu piano, jika bertemu dengan pianis yang baik, suara yang dihasilkannya adalah lagu kelas dunia, jika dimainkan oleh orang biasa, akan menghasilkan lagu pop, tetapi jika dimainkan oleh orang biasa pasti tidak akan membentuk sebuah lagu.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp