Bondowoso, sinar.co.id,- Pemerintah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso, selenggarakan pelatihan budidaya tembakau kepada puluhan petani untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas produksi petani, bersama pihak komisi ll DPRD Bondowoso.
Pelatihan yang merupakan program penyuluhan pertanian sub kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan petani di kecamatan dan desa tahun anggaran 2025 ini, terselenggara di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) desa Gunung Anyar, kecamatan Tapen pada Senin, (7/6/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso, bersama dengan penyuluh dari BPP Gunung Anyar dan petugas penyuluh lapangan (PPL).
Pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman teknis tentang cara budidaya tembakau yang tepat di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.
Komitmen Pemerintah
Kepala DKPP Bondowoso, Hendri Widotono, menyampaikan bahwa, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tembakau Bondowoso.
Ia menyebutkan bahwa musim tanam tahun ini penuh ketidakpastian karena cuaca tidak menentu dengan intensitas curah hujan yang tinggi.
“Banyak petani yang terpaksa menanam ulang hingga empat kali, tapi semangat mereka tetap luar biasa. Maka dari itu, pemerintah hadir di tengah-tengah mereka, memberi solusi melalui pelatihan dan bantuan pupuk gratis,” ujar Hendri.
Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan memberikan program asuransi gagal panen kepada petani tembakau.
Program ini direncanakan akan mulai berjalan pada tahun 2026 sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko usaha tani.

Sementara itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Bondowoso, Bagus Heri Cahyono, yang turut hadir mendampingi ketua Komisi II DPRD Bondowoso, dalam kegiatan tersebut pihaknya sekaligus menjaring aspirasi dari segenap petani.
“Dimana petani tembakau saat ini, memang dominan mengalami kendala utamanya curah hujan yang tidak menentu,” ujarnya.
Ia menyebut, dengan adanya pelatihan yang sekaligus serap aspirasi ini sebagai wujud jika Pemerintah eksekutif dan legislatif hadir untuk mencarikan solusi bagi problema petani.
“Utamanya, bagaimana mencarikan solusi bagi para petani yang sampai saat ini belum terdata untuk mendapatkan pupuk subsidi,” katanya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan dapil ll Bondowoso ini, menyebut Pemerintah akan semaksimal mungkin hadir dan memberikan solusi meskipun saat ini viskal anggaran Pemerintah sedang sempit karena efisiensi.
“Harapannya ke depan, bagaimana ada peningkatan ekonomi di tengah masyarakat khususnya petani,” tukasnya.












