Bondowoso, sinar.co.id,- Dalam upaya capai penurunan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, terus mendorong tiap kecamatan bahkan, tiap desa untuk kolaborasi ciptakan inovasi dengan tidak hanya mengandalkan regulasi yang ada.
Hal ini disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bondowoso, Anisatul Hamidah 🏷️ dalam gelar Penilaian Kinerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPA) di Sabha Bina Praja 1 pada Rabu, (11/06/2025).
“Inovasi ini perlu agar kita melaksanakan penanganan tidak hanya sesuai dengan aturan yang ada tetapi ada effort ada semangat bagaimana program penurunan stunting ini bisa semakin cepat,” ungkapnya.
Menurut Anisatul Hamidah yang juga sebagai Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos PPPAKB), angka prevalensi stunting dan prevalensi wasting di Bondowoso sudah menurun.
Bondowoso Capai Penurunan Stunting
Sesuai data hasil surve status gizi Indonesia (SSGI) dari tahun 2024 hingga saat ini untuk prevalensi stunting Bondowoso sudah menurun 5,8 persen menjadi 11,2 persen.
Sementara untuk data prevalensi wasting di kabupaten Bondowoso sudah menurun menjadi 4,7 persen.
Dalam upaya penurunan stunting, Pemerintah kabupaten Bondowoso menganggarkan lebih dari Rp 101 miliar, ditambah belanja khusus untuk susu sebesar Rp 1,9 miliar.
Namun, menurutnya, keberhasilan bukan semata soal besaran anggaran.
“Inovasi di setiap kecamatan menjadi penggerak utama. Misalnya, di Kecamatan Curahdami sudah ada program ‘Capes’, di Kecamatan Cermee juga ada inovasi ‘Perang’, dan di daerah lain seperti Tamanan terdapat program ‘Intan Berlian’ dan sebagainya,” jelas Pj Sekda Bondowoso.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah menyiapkan roadmap untuk penurunan stunting berkelanjutan, seiring dengan visi menyiapkan generasi emas yang berkualitas menyambut bonus demografi nasional.
“Kita ingin memastikan bahwa generasi mendatang bebas stunting, sehat, dan berdaya saing,” tutupnya.
Untuk data terbaru per kecamatan, Anis menyebut akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Dinas Kesehatan.
“Nanti akan kami sampaikan data per Juni 2025, karena data ini diperbarui secara dinamis melalui kegiatan timbang balita setiap bulan,” pungkasnya.












