Bondowoso, sinar.co.id,- SMAN 2 Bondowoso menghadirkan suasana berbeda dalam momentum penerimaan laporan hasil belajar semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. Mengusung tema “My Father Is My Hero”, sekolah ini mengundang ratusan ayah sekaligus wali murid kelasX, Xl dan XII untuk mengikuti kegiatan parenting yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pembentukan karakter anak.
Kepala SMAN 2 Bondowoso, Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh fenomena fatherless yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Menurutnya, kehadiran dan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak memiliki dampak besar terhadap ketangguhan mental dan pembentukan karakter.
“Indonesia sering disebut sebagai negara fatherless. Karena itu kami aktif menguatkan peran ayah. Kehadiran ayah memberikan keteladanan nyata bagaimana anak menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah patah saat menghadapi persoalan, percaya diri, jujur, ulet, dan pekerja keras. Nilai-nilai itu banyak tercermin dari figur ayah,” ujar Holifah pada Jumat, (19/12/2025).
Ia menegaskan bahwa parenting bukan hanya soal pengasuhan sehari-hari, tetapi proses pendidikan dan bimbingan yang menyeluruh, mencakup pertumbuhan fisik, emosional, sosial, dan intelektual anak. Melalui sinergi sekolah dan orang tua, khususnya ayah, diharapkan anak memiliki bekal karakter kuat untuk menatap masa depan.
“Harapan kami, karakter yang diturunkan dari keteladanan ayah akan memperkuat anak-anak dalam mempersiapkan masa depannya. Untuk kesuksesan siswa, dukungan orang tua—utamanya ayah—sangat kami butuhkan,” tambahnya.
Peran Ayah dan Ibu Sebagai Keseimbangan Karakter Anak
Holifah juga menekankan bahwa penguatan peran ayah tidak menghilangkan peran ibu. Keduanya justru saling melengkapi. Ibu menghadirkan figur kasih sayang dan kelembutan, sementara ayah menjadi teladan ketangguhan dan daya juang.
“Dengan keseimbangan peran ayah dan ibu, anak akan tumbuh kuat secara akademis, emosional, dan spiritual. Inilah fondasi untuk melahirkan generasi hebat menuju Indonesia Emas,” jelasnya.
Sebagai implementasi nyata di sekolah, SMAN 2 Bondowoso mengembangkan budaya literasi melalui kegiatan menulis surat kepada ayah yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Surat Internasional. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi perasaan siswa—mulai dari ungkapan cinta hingga curahan hati anak yang selama ini merasa kurang mendapatkan perhatian ayah.
Tak hanya menjadi aktivitas reflektif, kegiatan tersebut juga dikemas dalam bentuk kompetisi menulis surat kepada ayah. Holifah menjelaskan, seleksi dilakukan secara berjenjang dan ketat.
Dari setiap kelas yang rata-rata berjumlah 35 siswa, wali kelas menyeleksi 10 surat terbaik. Selanjutnya, tim kurikulum, guru BK, dan wali kelas menyaring menjadi tiga surat, yang kemudian dinilai kembali oleh guru Bahasa Indonesia berdasarkan konten, struktur bahasa, dan koherensi, hingga terpilih satu surat terbaik.
“Selain penguatan karakter, kegiatan ini sekaligus mendukung pembelajaran mendalam dan budaya literasi. Kami rutin melaksanakan literasi dua kali dalam seminggu, dan penulisan surat kepada ayah ini menjadi penutup semester yang bermakna,” pungkas Holifah.
Dokumentasi Statement Kepala Sekolah SMAN 2 Bondowoso 👇
Melalui parenting “My Father Is My Hero”, SMAN 2 Bondowoso berharap sinergi sekolah dan keluarga semakin kuat, serta melahirkan generasi yang berbakti kepada orang tua, berkarakter tangguh, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.












