Bondowoso, sinar.co.id,- Kekosongan BBM subsidi di SPBE 05 Tamansari, Bondowoso, belum dapat dipastikan kapan berakhir. Kondisi ini bukan disebabkan pengurangan pasokan, melainkan keterlambatan distribusi setelah jalur pengiriman dari Banyuwangi dialihkan melalui Surabaya dan Malang.
Manajer SPBE 05 Tamansari, Jagir S, mengatakan pasokan dari Pertamina sebenarnya tidak mengalami pengurangan. Namun, kemacetan lalu lintas di wilayah Banyuwangi membuat pengiriman harus dialihkan ke jalur lain.
“Tidak ada pengurangan suplai. Hanya kendala pengiriman di daerah Banyuwangi yang mengalami kemacetan sehingga pengiriman tangki BBM dialihkan ke Surabaya dan Malang,” ujarnya.
Perubahan jalur tersebut membuat waktu tempuh menuju Bondowoso menjadi lebih panjang. Akibatnya, SPBE 05 Tamansari harus menghadapi jeda pasokan yang waktunya belum dapat dipastikan.
“Jangka waktu kosongnya BBM subsidi memang tidak dapat dipastikan sampai kapan, karena jarak dari Surabaya ke Bondowoso cukup jauh,” katanya.
Keterlambatan itu terlihat dari kedatangan armada yang seharusnya tiba sehari sebelumnya, tetapi baru sampai pada Senin pagi. Dalam satu pengiriman, terdapat 8 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Solar. Namun, Pertalite jauh lebih cepat terserap.
“Kalau 8 KL Pertalite, sekitar tiga sampai empat jam sudah habis,” jelasnya.
Situasi semakin cepat menguras stok karena pembelian masyarakat meningkat dalam satu-dua hari terakhir. Kepanikan akibat kabar kelangkaan BBM diduga menjadi salah satu pemicunya.
DPRD Pasca Sidak SPBU 05 Tamansari
Komisi II DPRD Bondowoso meminta masyarakat tidak melakukan panic buying maupun penimbunan. Sebab, persoalan yang terjadi saat ini bukan pemotongan kuota, melainkan distribusi yang terlambat.
“Bondowoso ini tidak kurang, cuma terlambat. Solusinya agar lebih cepat, besok kita carikan,” tegasnya.
Untuk mempercepat penanganan, DPRD Bondowoso akan menggelar rapat koordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas, Polres Bondowoso, serta tim pengawas barang subsidi.
Persoalan tersebut dinilai tidak cukup diselesaikan dengan menambah kuota. Yang lebih mendesak adalah mempercepat distribusi dengan menambah armada ketika jalur pengiriman harus ditempuh dari Surabaya atau Malang.
Dengan jalur yang lebih jauh, jumlah armada perlu disesuaikan agar jeda pasokan tidak kembali membuat SPBU mengalami kekosongan BBM subsidi.












