Bondowoso, sinar.co.id,– Pemerintah Kabupaten Bondowoso tancap gas mempercepat transformasi digitalisasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lewat kolaborasi antara Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bondowoso, Bank Jatim Cabang Bondowoso, serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember, aplikasi PASOPATI (Aplikasi Pemutakhiran dan Setoran Obyek PAD secara Real Time) kini memasuki tahap pematangan akhir.
Target Tahap I Pengembangan Digitalisasi Aplikasi Pada Maret 2026
Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, menegaskan PASOPATI bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan dashboard terpadu berbasis real-time yang akan menyatukan seluruh layanan pajak dan retribusi daerah yang selama ini berjalan terpisah.
“PASOPATI menjadi langkah konkret membangun sistem pengelolaan PAD yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Seluruh data penerimaan daerah nantinya dapat dimonitor secara real-time,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Satu Dashboard, Semua Pajak Terintegrasi
Melalui PASOPATI, berbagai layanan seperti e-SPTPD, BPJT, Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, SIM-PBB, hingga SIM-BPHTB akan terhubung dalam satu sistem terpadu. Integrasi ini diyakini mampu:
- Memperkuat pengawasan penerimaan daerah
- Meminimalkan potensi kebocoran pajak dan retribusi
- Meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat
- Mendukung transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah
Digitalisasi ini juga menjadi bagian dari percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), sekaligus mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai yang lebih aman dan terdokumentasi.
“Kami mengajak seluruh wajib pajak untuk mendukung transaksi non-tunai dalam layanan pendapatan daerah. Katakan tidak untuk pembayaran tunai,” tegas Slamet.
Menuju Tata Kelola PAD yang Modern
Dengan hadirnya PASOPATI, Pemkab Bondowoso optimistis tata kelola pendapatan daerah akan semakin modern, terpercaya, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sistem berbasis real-time ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat peningkatan PAD secara berkelanjutan.
Transformasi digital ini sekaligus menandai komitmen Bondowoso dalam membangun pemerintahan yang lebih transparan dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis teknologi.












