Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Perkuat Digitalisasi PAD, PASOPATI Bondowoso Ditarget Rampung Maret 2026

Redaksi
586
×

Perkuat Digitalisasi PAD, PASOPATI Bondowoso Ditarget Rampung Maret 2026

Sebarkan artikel ini
digitalisasi
animasi red.

Bondowoso, sinar.co.id, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tancap gas mempercepat transformasi digitalisasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lewat kolaborasi antara Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bondowoso, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bondowoso, Bank Jatim Cabang Bondowoso, serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember, aplikasi PASOPATI (Aplikasi Pemutakhiran dan Setoran Obyek PAD secara Real Time) kini memasuki tahap pematangan akhir.

Target Tahap I Pengembangan Digitalisasi Aplikasi Pada Maret 2026

Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, menegaskan PASOPATI bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan dashboard terpadu berbasis real-time yang akan menyatukan seluruh layanan pajak dan retribusi daerah yang selama ini berjalan terpisah.

Baca Juga :   Ibu Paruh Baya di Bondowoso Melompat Dari Ketinggian Jembatan di Hadapan Anak Bungsunya

“PASOPATI menjadi langkah konkret membangun sistem pengelolaan PAD yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Seluruh data penerimaan daerah nantinya dapat dimonitor secara real-time,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Satu Dashboard, Semua Pajak Terintegrasi

Melalui PASOPATI, berbagai layanan seperti e-SPTPD, BPJT, Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, SIM-PBB, hingga SIM-BPHTB akan terhubung dalam satu sistem terpadu. Integrasi ini diyakini mampu:

  • Memperkuat pengawasan penerimaan daerah
  • Meminimalkan potensi kebocoran pajak dan retribusi
  • Meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat
  • Mendukung transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah
Baca Juga :   Bapenda Bondowoso Jemput Bola Gali Potensi Pajak, Wajib Pajak Disebut Sahabat Pembangunan

Digitalisasi ini juga menjadi bagian dari percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), sekaligus mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai yang lebih aman dan terdokumentasi.

“Kami mengajak seluruh wajib pajak untuk mendukung transaksi non-tunai dalam layanan pendapatan daerah. Katakan tidak untuk pembayaran tunai,” tegas Slamet.

Menuju Tata Kelola PAD yang Modern

Dengan hadirnya PASOPATI, Pemkab Bondowoso optimistis tata kelola pendapatan daerah akan semakin modern, terpercaya, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sistem berbasis real-time ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat peningkatan PAD secara berkelanjutan.

Baca Juga :   Dorong Produktivitas, DPKP Bondowoso Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu APBN 2025

Transformasi digital ini sekaligus menandai komitmen Bondowoso dalam membangun pemerintahan yang lebih transparan dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis teknologi.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp