Bondowoso, sinar.co.id,- Bupati Bondowoso menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD, dengan menegaskan pentingnya laporan tersebut sebagai tolok ukur kinerja sekaligus wujud akuntabilitas pemerintahan daerah.
“LKPJ ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Fiskal LKPJ 2025
Secara fiskal, kinerja daerah menunjukkan capaian positif. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,97 triliun atau 98,67 persen dari target Rp2,00 triliun. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi 92,62 persen. Dari sisi belanja, serapan anggaran mencapai 91,83 persen dari total Rp2,09 triliun, dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp96,69 miliar.
Di sektor makro, ekonomi Bondowoso tumbuh 5,32 persen pada 2025, meningkat dari 4,87 persen pada tahun sebelumnya. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat Rp16,65 triliun (harga konstan) dan Rp28,56 triliun (harga berlaku).
Perbaikan juga terlihat pada aspek pemerataan. Indeks gini turun menjadi 0,271, menandakan ketimpangan pendapatan yang semakin terkendali. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 2,55 persen, dengan jumlah pengangguran berkurang 4.716 orang.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut meningkat menjadi 71,72 dan masuk kategori tinggi.
Bupati menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah pusat dan provinsi. Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang evaluasi dan berharap DPRD memberikan catatan strategis sebagai bahan perbaikan kebijakan ke depan.
“Sinergi menjadi kunci untuk menjaga momentum pembangunan daerah,” pungkasnya.












