Banyuwangi, sinar.co.id,- Diduga akibat kebocoran ruang mesin dan black out, Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, dilaporkan terbalik di perairan selat Bali, Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk pada Kamis Legi, (3/7/2025).
Berdasar laporan yang diterima oleh petugas di sekitar dermaga Pelabuhan Gilimanuk, bermula saat KMP Tunu Pratama Jaya mengirimkan panggilan darurat melalui Channel 17 radio komunikasi laut pukul 00.16 WITA yang menyampaikan bahwa, kapal mengalami kebocoran mesin.
Tiga menit kemudian, pukul 00.19 WITA, kapal mengalami black out. Sementara itu, KMP Tunu Pratama Jaya 3888 yang berada di sekitar lokasi segera merespons dengan mengarah ke titik kejadian untuk memberikan bantuan.
Koordinat Tragedi Selat Bali Kamis Legi
Namun pada pukul 00.22 WITA, kapal KMP Tunu Pratama Jaya 3888 melaporkan kepada LPS Gilimanuk bahwa, kapal utama yang mengalami insiden telah terbalik dan hanyut ke arah selatan selat Bali, dengan posisi terakhir tercatat pada titik koordinat -08°09.371′, 114°25.1569′.
Hingga informasi ini terunggah, belum ada laporan resmi terkait jumlah penumpang, korban jiwa, atau kerusakan lanjutan.
Tim SAR dan pihak terkait masih menunggu pembaruan di lapangan dan tengah melakukan upaya koordinasi penyelamatan.
Disampaikan Ferry, seorang operator kapal penyeberangan, kapal tersebut tengah membawa muatan barang dan sejumlah truk fuso. Kondisi gelombang di selat Bali pada malam ini terhitung tinggi namun menurutnya, masih aman untuk dilintasi.
Ia berharap tak ada korban jiwa lantaran kapal tersebut tengah tidak membawa kendaraan penumpang.
“Semoga tidak ada korban jiwa, informasinya membawa muatan barang bawa truk fuso,” tambah Ferry.
Berdasarkan data gelombang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tinggi gelombang pekan ini di perairan Bali berada dikisaran 1,5 sampai 3 meter. Kondisi gelombang di selat Bali pada malam ini terhitung tinggi namun menurutnya masih aman untuk dilintasi.












