Scroll untuk membaca artikel
Kesehatan

SPPG Magdalena ABK Group Pastikan Menu MBG Masa Libur Sesuai Protap Pusat

Redaksi
1114
×

SPPG Magdalena ABK Group Pastikan Menu MBG Masa Libur Sesuai Protap Pusat

Sebarkan artikel ini
group
tampak salah satu siswa di wilayah cakupan SPPG Tegal Pasir menerima menu kering MBG (25/12)

Bondowoso, sinar.co.id,- Masuk dalam masa libur semester ganjil sekolah dan libur Nasional, Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Magdalena ABK Group desa Tegal Pasir, kecamatan Jbesari komitmen terapkan protap Badan Gizi Nasional (BGN) dalam distribusi menu program Makan Bergizi Gratis.

Dalam momentum libur sekolah kali ini, tampak antusias ribuan siswa siswi menjemput menu MBG di sejumlah sekolah wilayah cakupan SPPG Magdalena ABK Group.

Disampaikan salah satu siswa Sekolah Dasar penerima manfaat MBG, Rudi Hendrawan, dirinya mengaku senang atas realisasi menu kering dari SPPG Magdalena mengingat selama liburan tidak perlu repot beli makanan lain.

“Menunya banyak bis buat ngemil sambil bermain dan belajar di rumah. Ini jika tersedia tiap hari kan enak pak,” ucapnya sambil cengar cengir.

Baca Juga :   Manfaat Tidur Siang untuk Kesehatan dan Produktivitas

Terpantau pula, mereka sebagian besar siswa – siswi tampak menjemput sendiri dan sebagian didampingi orang tua yang langsung membawa pulang menu kering MBG kaya gizi empat hari sekaligus dengan menu tanpa susu.

Disampaikan Ahli Gizi SPPG Magdalena ABK Group, Widi Pawesti, S.Tr.Gz, menu kering bergizi direalisasikan oleh SPPG Magdalena ABK Group selama 4 hari sekaligus mengingat sesuai arahan pusat yang menetapkan menu kering hanya 4 hari, bukan 6 hari, karena tanggal 25 dan 26 Desember 2025 merupakan libur Nasional.

“Maka, jika ada realisasi pemberian menu MBG selama 6 hari, itu tidak sesuai ketentuan. Susu hanya boleh diberikan sekali minum, tidak boleh rapel 1 liter karena bisa cepat basi yang juga tidak memenuhi standar gizi serta, menu roti diberikan 4 variasi karena pelaporan dilakukan per hari,” ujar Budi.

Baca Juga :   Bondowoso Genjot Layanan TBC-HIV, Stigma Jadi PR Besar

Selain itu, Widi Pawesti menyebut BGN pusat melarang penggunaan produk UPF dan seluruh SPPG wajib menggunakan produk UMKM tanpa pengawet.

“Menu kering dianjurkan nonpabrikan, susu full cream yang saat ini ketersediannya terbatas, dan perlu edukasi kepada siswa agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.

group
Menu MBG tanpa susu yang direalisasikan SPPG Tegal Pasir (25/12)

Menurutnya, untuk ringkasan munu kering dari SPPG Magdalena ABK Group selama 4 hari ini meliputi,

  1. Menu abon menggunakan produk home made dan kandungannya termasuk protein hewani pengganti susu dan telur. Sengaja tidak menggunakan susu, dikarenakan susu susah dan susu dibatasin hanya 1-2 kali dalam seminggu. Tidak menggunakan telur karena rawan terjadi basi.
  2. Kacang termasuk produk protein nabati yang juga sudah menggunakan kacang-kacangan lokal.
  3. Buah memiliki kandungan serat yang tinggi dan
  4. Roti pengganti makanan pokok dimana mengandung energi, karbohidrat, protein dan lemak.
Baca Juga :   SPPG Magdalena Sajikan Nasi Kuning, Kenalkan Cita Rasa Nusantara Lewat Program MBG

“Saya berharap agar menu kering selama empat hari ini dapat bermanfaat dan dinikmati sepenuhnya oleh penerima manfaat,” pungkasnya.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp