Bondowoso, sinar.co.id,– Di tengah tantangan kondisi fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso terus bergerak aktif menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari pendataan potensi baru hingga pendekatan langsung kepada para wajib pajak.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, menyampaikan bahwa upaya optimalisasi PAD menjadi kebutuhan mendesak guna menopang pembangunan infrastruktur serta pembiayaan sektor pelayanan publik lainnya.
“Sebagaimana diketahui masyarakat umum, kondisi fiskal Bondowoso dengan adanya efisiensi menuntut kami untuk mencari potensi-potensi baru yang berhubungan dengan pajak maupun retribusi sebagai unsur pendapatan asli daerah,” ujarnya. Kamis (19/2/2026).
Menurut Slamet, jajarannya saat ini tengah melakukan pendataan dan pemetaan potensi pajak serta retribusi yang sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang telah disepakati bersama DPRD. Langkah tersebut dilakukan agar setiap potensi penerimaan daerah dapat tergarap secara optimal dan tetap sesuai regulasi.
Bapenda Dorong Kepatuhan Wajib Pajak
Tak hanya fokus pada pendataan, Bapenda juga menegaskan pentingnya kepatuhan para pelaku usaha dalam melaporkan dan membayar kewajiban pajak, seperti pajak makanan dan minuman, pajak usaha, serta jenis pajak daerah lainnya.
“Pembayaran pajak makanan minuman, pajak usaha maupun pajak lainnya adalah kewajiban wajib pajak untuk melaporkan dan membayar sesuai ketentuan,” tegasnya.
Namun demikian, Bapenda tidak ingin hanya dikenal sebagai lembaga pemungut pajak. Slamet menekankan bahwa pihaknya siap menjadi mitra dan sahabat bagi para wajib pajak, khususnya para pengusaha yang mengalami kendala administrasi maupun teknis perpajakan.
“Kami siap membantu apabila wajib pajak memiliki permasalahan atau kendala terhadap perpajakannya. Kami siap jemput bola, siap turun langsung, dan siap bersilaturahmi dengan wajib pajak. Wajib pajak adalah sahabat kami semua,” ungkapnya.
Dengan pendekatan persuasif dan pelayanan yang humanis, Bapenda berharap kesadaran dan kepatuhan pajak masyarakat semakin meningkat. Ia optimistis, apabila PAD terus bertambah, maka kebutuhan pembangunan dan layanan publik di Bondowoso dapat terpenuhi secara lebih maksimal.
Di akhir pernyataannya, Slamet mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama mendukung kemajuan daerah melalui kepatuhan pajak.
“Ayo taat bayar pajak sesuai dengan ketentuan. Dari pajak yang kita bayarkan, pembangunan Bondowoso bisa terus berjalan,” pungkasnya.












